SBY Absen Lagi Interpelasi Iran, DPR Hujan Interupsi

SBY Absen Lagi Interpelasi Iran, DPR Hujan Interupsi

- detikNews
Selasa, 10 Jul 2007 12:24 WIB
Jakarta - Absennya Presiden SBY dalam interpelasi Iran yang kedua kalinya kembali memicu perang mulut antara pendukung dengan penentang. DPR pun riuh dengan hujan interupsi.Sejak dimulainya rapat pukul 10.30 WIB, Selasa (10/7/2007) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, hingga pukul 12.00 WIB, interupsi nyaris tiada hentinya.Pimpinan sidang Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif terlihat kebingungan untuk memutuskan apakah akan melanjutkan penjelasan pemerintah atau tidak yang diwakili oleh menteri, atau akan menunda.Tiga fraksi secara tegas menyayangkan sikap SBY yang tidak hadir, yakni FPAN yang disuarakan Abdillah Thoha, FPDIP oleh Sidarto Danu Subroto, dan FKB oleh Effendi Choirie."Presiden menganggap tidak penting untuk hadir sendiri, malah mengutus menteri-menterinya, FPDIP sangat menyesalkan dan protes keras," kata Sidarto saat membaca surat resmi protes fraksi.Sementara Effendi menilai SBY tidak menghormati institusi DPR dan anggotanya, karena hanya menghormati pimpinan DPR dan pimpinan fraksi dalam rapat. Sehingga SBY hanya mau hadir dalam rapat konsultasi.Sedangkan Abdillah mengancam akan membawa persoalan ketidakhadiran SBY ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bagian dari konflik antarlembaga.Namun FPG dan FPD menyatakan tidak mempersoalkan ketidakhadiran SBY, dan meminta agar rapat tetap diteruskan."Saya kira agar tidak terus terjadi perdebatan antarfraksi, kami mengusulkan agar sidang dilanjutkan. Kalau tidak, kita voting saja, atau ditunda untuk perbaikan tata tertib di badan legislasi," kata Wakil Ketua FPG Darul Siska.Hal yang sama juga disampaikan Ketua FPD Syarif Hasan. "Lebih baik kita lanjutkan karena banyak hal-hal yang lebih penting diurusi, FPKS dan FPPP menyesalkan ketidakhadiran Presiden. Namun ketua fraksi tetap mengusulkan agar sidang dilanjutkan," ujarnya.Ketua FPKS Mahfud Sidik dan Sekretaris FPPP Suharso Monoarva menyatakan, rapat lebih baik dilanjutkan karena banyak urusan rakyat yang lebih besar dan rakyat banyak menunggu. Jadi jangan biarkan rakyat memikirkan hal ini.Anggota FPG Yuddy Chrisnandi mengajak anggota DPR mengalah dan menyerahkan kepada rakyat untuk menilai tindakan SBY."Tentunya rakyat Indonesia kecewa, tetapi kita tidak bisa terus menerus memaksa Presiden untuk hadir, karena itu mari kita mengalah, biarkan rakyat yang memilih," ujarnya. (ptr/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads