Partai GAM
Irwandi Yusuf Harus Diwanti-wanti
Selasa, 10 Jul 2007 10:53 WIB
Jakarta - Munculnya Partai GAM di NAD membuat politisi Jakarta kebat-kebit. Gubernur NAD Irwandi Yusuf yang merupakan jebolan calon independen dari GAM ini pun diwanti-wanti."Pemerintah harus segera mengambil tindakan dengan memerintahkan Gubernur Aceh untuk mengingatkan bahwa hal itu telah melanggar UU dan MoU Helsinki RI-GAM," ujar mantan Ketua Pansus RUU Pemerintahan Aceh, Ferry Mursyidan Baldan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2007).Menurut dia, GAM sebagai parpol lokal adalah sesuatu yang kontraproduktif dengan semangat perdamaian di Aceh. Seharusnya penamaan dan simbol GAM dihindari, karena dapat menghidupkan kembali konflik."Kita sangat kecewa dan menyayangkan, karena hal itu bisa merusak perdamaian dan tatanan untuk reintegrasi," kata Ferry.Hal serupa disampaikan anggota Komisi I DPR dari FKB Effendi Chouri. Menurutnya, pemerintah harus segera menginterogasi dan mendialogkan masalah itu dengan pihak Partai GAM."Tapi caranya tetap harus persuasif. Jangan menggunakan cara-cara yang represif seperti zaman Orde Baru, ini ngeledek negara dan bangsa," ujar Effendi.Effendi meminta intelejen harus bekerja keras untuk mencari tahu tujuan dari pembentukan Partai GAM.
(ptr/sss)











































