Saingan Menumpuk, Penjual Kerak Telor di PRJ Mengeluh
Selasa, 10 Jul 2007 05:19 WIB
Jakarta - Tak hanya pengunjung Pekan Raya Jakarta (PRJ) saja yang mengantre tiket masuk. Puluhan penjual kerak telor pun antre menunggu pembeli di sekitar lokasi PRJ.Penjual makanan asli Betawi tersebut berderet mulai dari Jalan Haji Benyamin Syuaib, Jakarta Pusat, hingga seputaran lokasi PRJ. mereka membentuk barisan memanjang di trotoar. Kira-kira setiap sepuluh meter ada satu penjual kerak telor.Jumlah penjual yang banyak ini membuat persaingan menjadi tinggi, akibatnya penjualan menurun. Hal ini dikeluhkan seorang penjual kerak telor bernama Aep (42)."Sekarang rata-rata perhari cuma jual 10 sampai 20 buah. Kalau tahun kemarin bisa sampai 100, " katanya pada detikcom sambil melayani pembeli di depan area PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat. Senin (9/7/2007)."Mungkin karena sekarang banyak saingan, jadi nggak begitu laku," tambahnya.Aep tampak cukup cekatan membuat penganan ini. Campuran telor bebek, ketan, parutan kelapa dan bawang goreng yang digoreng diatas tungku dalam sekejap menimbulkan aroma yang menggiurkan. Tak sampai lima menit, kerak telor buatan Aep sudah siap disantap.Untuk satu porsi kerak telor Aep memasang harga Rp 9000 untuk yang menggunakan telor ayam, dan Rp 10.000 untuk yang menggunakan telor bebek.Pantauan detikcom, para penjual kerak telor ini ada yang sudah berdagang dari siang. Umumnya para pengunjung membeli kerak telor sambil menunggu dibukanya area PRJ pukul 15.30 WIB.
(rdf/nvt)











































