Otak Pembakaran Ditangkap, Karyawan PT LPI Trauma

Otak Pembakaran Ditangkap, Karyawan PT LPI Trauma

- detikNews
Senin, 09 Jul 2007 16:57 WIB
Palembang - Polisi berhasil menangkap pelaku utama perusakan PT Laju Perdana Indah (LPI) oleh warga di Semendawai Barat, kabupaten Ogan Komering Ilu Timur (OKUT), Sumatera Selatan. Namun demikian, para karyawannya mengaku masih takut bekerja."Sejak pascapembakaran dan penjarahan lalu, PT LPI belum melakukan aktivitas apa pun. Perusahan kini sedang mengumpulkan karyawannya yang lari menyelematkan diri saat peristiwa itu terjadi. Sebagian karyawan yang sudah bisa dikumpulkan kini dalam kondisi trauma, mereka mengaku takut jika harus kembali ke lokasi," kata Bambang Hariyanto SH, penasehat hukum PT LPI, kepada pers, di kantornya, Sekip, Palembang Senin (9/07/2007). Setelah peristiwa pembakaran dan penjarahan yang dilakukan sekitar 1.500 massa, kata Bambang, karyawan banyak yang lari untuk menyelamatkan diri. "Bahkan saat peristiwa terjadi ada karyawan PT LPI yang menjadi korban penganiayaan massa yang dipimpin saudara Joko Supriyanto. Seperti yang dialami seorang karyawan bernama I Wayan Triputra menderita luka bacok," ujarnya. Setelah tertangkapnya Joko Supriyanto, 38 tahun, pelaku utama dan pemimpin massa yang melakukan pembakaran pada Minggu (8/07/2007) oleh polisi dari Polres OKU Timur dan Polda Sumsel, PT LPI belum melakukan aktivitas. "Setelah tertangkapnya saudara Joko Supriyanto, kami mengharapkan polisi bisa menemukan otak atau dalang dari pembakaran dan penjarahan PT LPI. Kami yakin masih ada aktor utama atau otak di belakang Joko yang menggerakan aksi tersebut," katanya.Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Drs Yosi Haryoso, tersangka Joko Supriyanto tertangkap di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) oleh tim gabungan yang dipimpin Kapolres bersama tim dari Polda yang dipimpin AKBP Chairul Aziz. Tersangka Joko Supriyanto lalu dibawa ke markas Polda Sumsel. Akibat pembakaran dan penjarahan yang dilakukan massa, menurut Bambang Hariyanto, PT LPI menderita kerugian berupa satu unit kantor lengkap dengan isinya, 12 unit rumah tinggal karyawan, mess karyawan 30 kamar beserta isinya yang baru selesai dibangun. Semuanya musnah terbakar. "Juga ikut musnah terbakar 30 unit alat-alat berat seperti traktor, sembilan unit kendaraan operasional roda empat, enam unit sepeda motor, sat mushala, kebun tebu sekitar 300 ha dan harta karyawan yang ada di dalam mess, hangus terbakar," katanya.Minggu 1 Juli , sekitar pukul 11.00 WIB, pekerja PT LPI, sebuah perusahaan perkebunan sawit di Semendawai Barat, Kabupaten OKUT, Minggu (1/7), bentrok dengan warga sekitar. Massa yang berjumlah sekitar 1.500 orang itu membakar kamp-kamp dan sejumlah kendaraan alat berat serta mobil milik LPI. Awalnya, massa yang diduga bukan warga OKUT, datang dengan menggunakan kendaraan roda dua. Massa langsung mengamuk memporak-porandakan segala apa yang ada di lingkungan kantor PT LPI. Setelah melakukan pembakaran sejumlah kamp, kendaraan berat dan mobil, massa tanpa banyak bicara langsung meninggalkan lokasi. Otak dari penyerangan ini adalah Joko Supriyanto yang kini sudah tertangkap. Latar belakang penyerangan itu diduga terkait sengketa lahan antara PT LPI dengan warga di Semendawai Barat. (tw/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads