2 Gorila Beraksi di Depan Istana
Senin, 09 Jul 2007 13:33 WIB
Jakarta - Dua manusia berkepala gorila beraksi di depan Istana Merdeka. Mereka ikut meramaikan unjuk rasa yang dilakukan Serikat Pekerja Listrik Indonesia (SPLI).Topeng gorila berwarna hitam dikenakan oleh dua pria yang mengenakan kaos hijau lumut compang-camping. Sekitar 200 pendemo mengerumuninya dan mencela dua 'gorila' itu."Ini adalah pengisap darah rakyat!" maki pendemo sembari menuding-nuding dua gorila yang hanya diam terpaku.Dengan menumpang 13 metromini, para pendemo tiba di seberang Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (9/7/2007) pukul 12.00 WIB.Sejumlah spanduk diusung para pendemo, salah satunya bertuliskan 'Konsuil adalah pengisap darah masyarakat listrik Indonesia'. Mereka juga meneriakkan yel-yel, "Bubarkan Konsuil! Bubarkan Konsuil!".Para pendemo menuntut Komite Nasional Keselamatan untuk Instalasi Listrik (Konsuil) dibubarkan. Badan yang mengatur uji kelayakan instalasi listrik ini dianggap telah menjadi sarang kolusi.Badan bentukan pemerintah ini mewajibkan setiap instalasi listrik yang akan dioperasikan untuk memiliki sertifikat laik operasi (SLO). Namun pekerja merasa sangat dirugikan karena untuk penyambungan baru dari PLN, dikenakan biaya esktra dan harus menunggu SLO yang dikeluarkan Konsuil. "Ujung-ujungnya masyarakat tidak mau membayar, yang kena marah pekerja. Akibatnya, pekerja yang membayar biaya sertifikasi yang mestinya ditanggung oleh kontraktor. Tapi kontraktor malah tutup mata karena mereka ikut kebagian duit," ketus Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat SPLI Suhendra.Hingga pukul 13.00 WIB, aksi SPLI masih berlangsung. Para pendemo SPLI sempat berjumpa dengan sekitar 200 karyawan PT DI yang sebelumnya berunjuk rasa di arena yang sama."Kita berjuang bersama! Hidup SPLI!" teriak korlap aksi karyawan PT DI sebelum berangkat ke PN Jakarta Pusat untuk mendaftarkan pailit PT DI.
(fiq/sss)











































