Noordin M Top Diduga Menyamar Jadi Wanita

- detikNews
Senin, 09 Jul 2007 12:20 WIB
Jakarta - Kehidupan para tersangka teroris tak ubahnya seperti kisah-kisah spionase. Menyamar dan berpindah-pindah tempat tinggal alias nomaden, digunakan untuk menghindari kejaran polisi.Noordin M Top misalnya, tersangka teroris yang terus dipantau Densus 88 ini disebut-sebut tengah berada di sekitar Jawa Tengah. Noordin disinyalir menyaru sebagai perempuan."Dia menyamar dengan menggunakan pakaian wanita, memakai jilbab. Saat ini dia bergerak sendirian, tanpa ada pengawal," kata sumber di Mabes Polri dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (9/7/2007).Dalam pelariannya, Noordin tidak pernah menetap lama di satu tempat. Langkahnya tak kunjung berhenti memijak. Dari ujung pulau Jawa, dia terus berpindah ke pulau yang lain.Satu saat Noordin pernah tinggal di Sumatera, kemudian pindah ke Kalimantan. Dia juga sempat singgah di Sulawesi dan Bali, sebelum akhirnya kembali lagi ke Jawa."Di tempat-tempat itu, dia mendatangi pos-pos milik kelompok Jamaah Islamiyah yang memberikan bantuan biaya serta perlindungan," jelas sumber itu.Sayangnya, sejumlah pos JI yang diduga pernah disambangi Noordin tak pernah sukses digerebek. Noordin selalu lolos dari borgol polisi.Kendala lainnya yang dihadapi polisi adalah penggunaan sandi-sandi antaranggota jaringan teroris dalam berkomunikasi. "Kita masih berusaha untuk memecah sandi-sandi itu," imbuhnya.Sumber itu menyebutkan, selepas tertangkapnya tersangka teroris Abu Dujana dan Zarkasi, saat ini aktivitas JI tiarap."Mereka menyebarkan paham melalui pengajian-pengajian yang bergerak di wilayah Bogor, Cianjur (Jawa Barat), dan sekitarnya. Namun kini aktivitas itu sudah berhenti sementara. Akhir tahun ini diperkirakan tidak ada aksi," jelasnyaKadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto enggan memastikan keberadaan Noordin di Jawa Tengah. "Dia bisa di mana saja. Kalau kita beritahu, nanti dia kabur," kilah Sisno.Sisno menambahkan, penyamaran yang dilakukan kelompok teroris cukup variatif. Tidak hanya menggunakan tampilan pakaian. "Mereka bisa menyamar sebagai pedagang dan macam-macam," imbuhnya.

(fiq/sss)