Mak Nyuss Ala Istana Presiden

Mak Nyuss Ala Istana Presiden

- detikNews
Senin, 09 Jul 2007 10:25 WIB
Jakarta - Bila sekali waktu Anda berkesempatan menghadiri undangan acara di Istana Negara, jangan lewatkan hidangan yang ada. Meski sekadar jajanan pasar biasa, tapi rasanya yummy luar biasa. Sebenarnya jajanan pasar ala Istana Negara sama saja dengan yang kita temui di pasar, toko atau pedagang keliling. Seperti lemper, tahu isi, combro, serabi, semar mendhem, gethuk lindri, lapis legit, pisang goreng, putu, dan kawan-kawannya. Tapi yang beda adalah rasanya relatif jauh lebih enak. Ukurannya pun pas, tidak membuat Anda kekenyangan tapi cukup ampuh membungkam perut keroncongan. Variasi menu yang dipilih tiap kali acara juga seimbang. Biasanya terdiri dari empat jenis jajan berbeda dengan komposisi rasa dua manis dan dua asin/gurih. Anda tinggal pilih sesuai selera. Contohnya, bila onde-onde dan lumpia yang dipilih, sebagai penyeimbang rasa gurihnya adalah kue lumpur dan bikang. Demikian juga minumannya, selalu berpasangan dingin dan hangat. Ada es doger, wedhang ronde, dan lainnya. Lalu apa pihak Istana Kepresidenan punya langganan di Bursa Kue Subuh Pasar Senen, Jakarta? Stand yang mana tuh? "Ya nggaklah (beli di pasar Senen), kita pesan khusus ke katering langganan. Sengaja jajanan pasar, karena kan itu bagian kekayaan kuliner Indonesia. Tapi dengan standar tinggi, karena menu yang dihidangkan buat tamu dan presiden sama lho," jawab Ahmad Rusdi, kepala biro rumah tangga kepresidenan. Standar tinggi yang dimaksud Rusdi di atas bukan sekadar rasa yang harus mak nyuuss. Tapi penekanannya pada unsur higienitas demi menjaga kesehatan dan keamanan Kepala Negara. Terkait ini maka pihak Paspampres yang pegang urusan. Mereka bakal melakukan semacam "litsus" dan "waskat" pada setiap perusahaan katering yang memenangi tender. Materi litsus meliputi lokasi dapur, kebersihannya dan cara memasak sekalipun. Pada H-3 acara, litsus akan mencakup juga lokasi perusahaan katering yang ditunjuk berbelanja bahan pembuat kue, siapa pemasoknya dan bahkan bagaimana kualitasnya. "Lha kalau bahannya kadaluwarsa, dapurnya kotor atau kerjanya jorok, kan kue yang dihasilkan tidak higenis. Tidak layak makan, bukan?" ujar Rusdi. Dengan pengawasan melekat yang sedemikian ketat, wajar jajanan pasar ala Istana Negara rasanya lebih enak. Tapi tolong Anda jangan "lupa daratan" juga ambil kuenya, nanti undangan yang lain nggak kebagian...... (lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads