Borobudur Tak Masuk 7 Keajaiban Dunia, Pusat Tuding Daerah
Senin, 09 Jul 2007 08:57 WIB
Jakarta -
Siapakah yang bertanggung jawab atas kegagalan Candi Borobudur masuk dalam 7 keajaiban dunia? Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menuding Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab."Ini tanggung jawab daerah. Ini saja sekarang berebut (hak pengelolaan) antara Jawa Tengah dan Yogyakarta," kata Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Thamrin B Bahri dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (9/7/2007).Pemerintah daerah harus membenahi berbagai pelayanan yang merusak citra Borobudur. Misalnya pedagang kaki lima harus dibenahi, kebersihan ditingkatkan, dan meningkatkan pelayanan-pelayan terkait seperti transportasi."Itu kan bagian dari destinasi wisata. Dalau Depbudpar itu kan citra nasional. Itu harusnya daerah lebih berperan," ujar Thamrin.Artinya, kegagalan Borobudur dinominasikan dalam 21 situs yang akan dipilih menjadi 7 keajaiban dunia versi sebuah yayasan di Swiss itu harus menjadi pelecut untuk memperbaiki."Harus menjadi pembelajaran. Jangan hanya kita sekadar bangga. Kita harus memposisikan Borobudur itu di atas elemen standar (pariwisata)," tandas Thamrin.
(aba/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































