Indonesia Harus Balas Australia dengan Travel Warning Tandingan
Minggu, 08 Jul 2007 23:06 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia harus tegas menyikapi travel warning yang dikeluarkan pemerintah Australia. Jika perlu, travel warning tandingan juga harus diberlakukan agar pemerintah Australia tidak semena-mena."Saya kira pemerintah harus sekali-kali memberi pelajaran, misalkan melarang WNI ke Australia. Ini harus dibalas," cetus Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR Effendi Choirie kepada detikcom, Minggu (8/7/2007).Banyak alasan untuk melarang warga Indonesia terbang ke Australia. "Seperti Australia tidak bersahabat," kata pria yang akrab dipanggil Gus Choi ini.Menurut anggota Komisi I DPR itu, pelarangan tersebut mengada-ada dan merupakan pernyataan politik yang berimplikasi besar terhadap ekonomi Indonesia."Mereka ingin memberi kesan bahwa Indonesia tidak aman. Ini berimplikasi pada sektor ekonomi . Dengan statemen seperti itu, dunia menilai bahwa RI tidak aman untuk investasi, sehingga orang tidak mau berinvestasi ke Indonesia," ujarnya. Indonesia, menurut Effendi merupakan ancaman besar bagi Australia. Jika ekonomi, pendidikan, politik serta pertahanan RI maju, Australia akan terancam."Indonesia adalah negara tetangga terbesar Australia. JIka Indonesia maju, ini menjadi ancaman besar bagi Australia," tandasnya.
(anw/aba)











































