Australia Perketat Pintu Masuk
Minggu, 08 Jul 2007 22:40 WIB
Sydney - Australia memperketat pintu masuk dan perbatasan negerinya. Hal ini terkait dengan peristiwa penemuan bom di London dan Glasgow, Inggris Raya.Seperti diketahui, Australia telah menginterogasi 7 dokter keturunan Asia yang menetap di Australia, yang terkait 3 penemuan bom mobil itu. Salah satu dari mereka, berkebangsaan India, Mohammed Haneef (27) ditahan di Brisbane.Hal itu membuat negara Kangguru ini menerapkan sistem berteknologi tinggi untuk memeriksa setiap orang yang akan memasuki negeri itu. Setiap pengunjung yang masuk akan diketahui data keuangan dan sejarah perjalanannya."Saya kira dalam dua minggu ini, tanpa membuat keputusan apapun apakah seseorang bersalah atau tidak, kami telah melihat jangkauan global dan kemungkinan terorisme," ungkap Perdana Menteri Australia John Howard, seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (8/7/2007).Howard menambahkan, sistem yang akan meningkatkan kerjasama Departemen Imigrasi dan Intelijen Australia, ASIO, ini akan diterapkan September 2007. Pejabat berwenang akan bisa meneliti latar belakang pengajuan visa sebelum seseorang masuk ke Australia."Sumber-sumber baru ini akan memberikan kita kemampuan tambahan untuk menggali lebih dalam latar belakang orang-orang yang datang ke Australia," ujar Howard."Sistem ini juga membuat kita bisa mengakses latar belakang perilaku orang-orang, pola perjalanan, dan perilaku lain yang berindikasi perilaku yang menyimpang," tandasnya.
(aba/aba)











































