PKS: Abu Dujana Mudah Dideteksi, Kok 32 Penari Cakalele Tidak?
Minggu, 08 Jul 2007 19:12 WIB
Bandung - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pemerintah menyamakan perlakuan terhadap gerakan separatisme dengan gerakan terorisme. Masak jejak seorang Abu Dujana saja bisa ditelusuri, tapi 32 penari cakalele di Ambon tidak terdeteksi?"Saat menangkap Abu Dujana, meraka bisa mendeteksi dari jejak komputer. Sangat disayangkan jumlah penari cakalele yang 32 itu tidak bisa terdeteksi," cetus Presiden PKS Tifatul Sembirin di sela safari dakwah di Rumah Makan Sindang Reret, Jalan Surapati, Bandung, Minggu (8/7/2007).Tifatul pun melihat ada perbedaan perlakuan terhadap dua macam gerakan yang sama-sama mengancam negara itu. Gerakan terorisme terus-terusan didiskreditkan, sementara aksi separatisme didiamkan."Terus untuk gerakan terorisme meraka punya densus 88 tapi tidak untuk separatisme" ujarnya lagi.Tifatul menilai tidak terdeteksinya kelompok tari cakalele yang membentangkan bendera RMS di depan presiden, merupakan indikasi pemerintah khususnya aparat keamanan yang memandang sebelah mata kepada gerakan separatisme."Perlakuan (penuntasan-red) terhadap gerakan separatisme dan terorisme itu harus sama. Jangan hanya mendeskreditkan terorisme," imbuh Tifatul.Padahal, lanjut dia, gerakan separatisme di Indonesia merupakan bom waktuyang bisa memecah-belah keutuhan NKRI. "NKRI sudah final, tidak boleh lagi dibagi kepingan-kepingan," tegas Tifatul.
(ern/aba)











































