Sys NS: Sunat Bocah Lebih Baik Daripada Sunat Duit Rakyat
Minggu, 08 Jul 2007 11:38 WIB
Jakarta - Tidak semua korupsi itu buruk. Ada juga korupsi yang bermanfaat bagi orang lain. Korupsi apakah itu?"Menyunat titit rakyat itu lebih berguna daripada menyunat uang rakyat. Semoga senjata satu-satunya yang disunat, bisa bermanfaat dengan tegar baik untuk masa sekarang maupun di masa datang," kata Ketua Umum Partai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sys NS, dalam sambutannya di acara khitanan massal di Jl Kemang Utara IX, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2007).Acara khitanan massal ini, lanjut Sys, adalah dalam rangka memperingati hari ulang tahun Partai NKRI yang pertama yang jatuh 18 Juli 2007 nanti. Acara ultah ini memang sengaja untuk tidak dibuat terlalu mewah dan harus berkesan sosial dan sederhana.Semua cabang Partai NKRI, kata Sys, melakukan hal yang sama dengan jenis kegiatan yang berbeda-beda. Ada yang menyantuni anak yatim piatu, ada yang bagi-bagi alat tulis sekolah kepada anak tak mampu."Lagipula nggak ada duitnya. Kalau mau mewah tahun depanlah, sekalian kampanye," tambah mantan penyiar radio Prambors ini sembari tersenyum.Untuk tahun 2009, Sys optimis partainya bisa bersaing dengan parpol-parpol lain. Dia menargetkan 50 persen pemilih muda di seluruh Indonesia. Anak-anak cabang Partai NKRI pun sudah dibentuk di hampir seluruh Indonesia."Remaja, anak muda, dan orang muda dari usia 17 sampai 40 tahun. Tapi orang tua yang ingin anak muda maju juga boleh. Kalau anak muda bersatu pasti bisa," ujar pria yang turut mendirikan Partai Demokrat ini.Khitanan Kurang PesertaTarget peserta khitanan ini harusnya 100 orang, namun panitia hanya mendapatkan sekitar 54 anak yang akan dijadikan "pengantin sunat"."Anak-anak di Kemang sudah pada disunat. Kan kemarin-kemarin banyak yang diadakan khitanan massal. Jadi kita sampai cari di luar Jakarta," kata Ketua Panitia Khitanan Massal Agusman.Selain di kampung Kemang Utara, anak-anak itu didatangkan dari daerah Bojong, Citayam, dan Depok. Khitanan ini melibatkan 10 dokter dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.Anak-anak yang berbaju koko dengan strip oranye (warna Partai NKRI), ada yang tenang, ada pula yang menangis karena takut dan kesakitan.
(nwk/nrl)











































