Front Pembela NKRI Akan Sweeping Separatisme di Yogya
Sabtu, 07 Jul 2007 17:43 WIB
Yogyakarta - Front Pembela Negara Kesatuan Republik Indonesia (FP-NKRI) akan melakukan sweeping terhadap orang-orang yang mendukung gerakan separatisme di wilayah Yogyakarta. Hal itu dilakukan bila TNI/Polri sudah tidak mampu mengatasi munculnya gerakan mendukung separatisme di kota pelajar ini.Hal itu dikatakan Ketua FP-NKRI Gandung Pardiman di Gedung DPRD DIY di Jl Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (7/7/2007)."Kalau TNI/Polri sudah tak mampu lagi mengatasi, kami bersama-sama anggota FP-NKRI akan men-sweeping mereka yang nyata-nyata mau makar dan mendukung separatisme," katanya.Gandung mengatakan, insiden pembentangan bendera RMS di hadapan Presiden SBY di saat acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Ambon, Maluku sudah merupakan tamparan tersendiri bagi negara Indonesia. Belum lagi ditambah dengan kasus pengibaran bendera Bintang Kejora di Papua."Kami pendukung Front Pembela NKRI benar-benar terluka dengan kasus di Ambon dan Papua. Kami tidak akan tinggal diam," ancam Gandung.Menurut dia, pihaknya menyayangkan adanya penggunaan lambang-lambang Bintang Kejora saat terjadi aksi demo mahasiswa Papua pada Rabu 4 Juli. Namun kalau saat ini warga Yogyakarta masih belum bereaksi dalam kasus itu, bukan berarti akan diam saja dan tidak bereaksi."Kesabaran warga Yogyakarta ada batasnya. Kami tidak ingin Yogyakarta dijadikan tempat bagi pendukung gerakan separatis," tegas Ketua DPD Partai Golkar DIY itu.Selama ini, kata dia, Kota Yogyakarta dikenal sebagai Indonesia mini dengan penuh keragaman budaya. Dengan demikian apa artinya belajar di Yogyakarta sebagai kota pendidikan, tapi tidak punya rasa cinta Tanah Air dan hendak memisahkan diri dari NKRI.Dia mengatakan, sebagai ketua partai, dirinya sudah banyak bergaul dan berinteraksi dengan berbagai suku dan masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia yang sedang belajar di kota Yogyakarta. Dari pergaulan itu diakuinya tidak semua warga Maluku maupun Papua yang mendukung gerakan separatis.Dalam pertemuan dengan anggota FP-NKRI pada Jumat malam yang dihadiri massa dari ormas lain disepakati pihaknya tidak akan asal-asalan dalam melakukan sweeping. Bila benar-benar terbukti nyata mendukung separatisme, FP-NKRI yang mempunyai anggota ribuan di wilayah DIY itu akan menangkapnya. Selanjutnya akan diserahkan kepada aparat untuk memproses secara hukum."Kami juga akan melacak mahasiswa-mahasiswa pendukung separatis melalui kampus perguruan tinggi," kata Gandung yang sudah menjabat Ketua FP-NKRI sejak tahun 1999 itu.
(bgs/sss)











































