Janji Genjot Irigasi untuk Petani
Sabtu, 07 Jul 2007 17:04 WIB
Banyuasin - Seiring membaiknya perekonomian negara, pemerintah berjanji menaikkan anggaran pembangunan saluran irigasi teknis. Prioritasnya adalah proyek irigasi di luar Jawa."Kita mulai memberi anggaran besar irigasi. Tahun ini sebesar Rp 7,3 triliun, dan untuk 2008 kita upayakan jadi Rp 9 triliun," kata Presiden SBY dalam peresmian pembukaan Pekan Nasional XII Kontak Temu Nelayan Andalan (Penas KTNA) di Desa Selawa, Banyuasin, Sumsel, Sabtu (7/7/2007).Pernyataan tersebut menjawab gugatan Karim, seorang petani asal Sumsel. Ia menyatakan gagalnya Indonesia mempertahankan prestasi swasembada beras adalah akibat pemerintah lalai merawat saluran irigasi teknis yang sudah ada.Memang beberapa tahun terakhir pemerintah seolah mengabaikan terhadap infrastruktur penting bagi pertanian tersebut. Ini merupakan dampak menurunnya pendapatan negara akibat krisis ekonomi."Maka tidak ada lagi dana untuk merawat, apalagi membangun yang baru," imbuh SBY.Kini perekonomian berangsur pulih dan pendapatan negara bertambah. Proyek pembangunan bendungan, waduk, dam, dan saluran irigasi teknis kembali digelar secara besar-besaran."Tentu semua belum cukup. Setelah irigasi itu dibangun, tolong pelihara baik-baik. Biayanya mahal, sayang bila tak dirawat," pungkas SBY.
(lh/sss)











































