Permadi Tak Pilih Fauzi - Adang
Jumat, 06 Jul 2007 16:06 WIB
Jakarta - 2 Calon gubernur yang akan memperebutkan kursi DKI-1 dinilai tidak layak. Calon incumbent dinilai tak berkontribusi banyak selama memerintah, calon lain dinilai tidak dekat dengan rakyat kecil.Penilaian itu disampaikan oleh politisi PDIP Permadi dalam diskusi bertajuk 'Politik Uang Pilkada DKI Jakarta' di Jakarta Media Center, Jl Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2007).."Kalau Fauzi itu dia nggak pernah membuat kebijakan. Selama ini yang berani cuma Sutiyoso. Kalau Adang itu dia jadi polisi pada zaman Orba, biasanya enak-enakan. Tidak menyentuh rakyat kecil," kata Permadi.Permadi mengatakan dengan kemampuan seperti itu, Fauzi Bowo dinilai tidak mungkin menyelesaikan masalah-masalah Jakarta, begitu juga dengan Adang Daradjatun.Permadi juga mengatakan, Pilkada DKI kali ini banyak sekali terjadi penyelewengan-penyelewengan. Dia mencontohkan, atribut-atribut kampanye yang dianggapnya sebagai kampanye dini. Selain itu ada juga dugaan manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT).Apakah penyelewengan itu termasuk politik uang di PDIP? "Ya termasuk. Kenapa Djasri Marin nyogok?" ujar anggota Komisi I DPR yang kerap berpakaian hitam-hitam.Kalau gitu Bapak memilih siapa? "Jangan milih saja. Kan tadi dua-duanya nggak layak. Ya terserahlah," pungkasnya.
(nwk/nrl)











































