Status KLB DBD Jakarta Dicabut
Jumat, 06 Jul 2007 14:39 WIB
Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Statusnya turun jadi 'Waspada' setelah terjadi penurunan drastis jumlah penderita pada bulan Juli 2007 ini."Kemarin dari Dinas Kesehatan, kepada saya (disampaikan), status itu dilepas," ungkap Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/7/2007).Status KLB resmi dicabut sejak Kamis 5 Juli lalu. Namun, Sutiyoso menegaskan, usaha pemberantasan nyamuk demam berdarah akan terus dilakukan secara rutin tiap hari Jumat."Fogging dan PSN-3M itu kuncinya," ujar Sutiyoso. PSN adalah singkatan dari pemberantasan sarang nyamuk dan 3M adalah singkatan dari 'menguras, mengubur dan menutup', sebuah semboyan memberantas sarang nyamuk.Status KLB DBD diterapkan di Jakarta sejak 9 April 2007. Menurut data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, DBD telah merenggut 65 nyawa sejak April 2007 itu.Berdasarkan data yang disampaikan Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Salimar Salim, total penderita DBD dari April 2007 sampai 5 Juli 2007 adalah 23.894 orang. Dengan rincian per bulan sebagai berikut:April, total penderita 5.113 orang dan meninggal 11 orangMei, total penderita 4.560 orang dan meninggal 10 orangJuni, total penderita 3.615 orang dan meninggal 4 orangJuli, total penderita 189 orang, tanpa korban meninggal. Berdasarkan wilayah sebagai berikut:Jakarta Pusat, total penderita 2.880 orang dan meninggal 7 orang Jakarta Utara, total penderita 2.867 orang dan meninggal 8 orang Jakarta Barat, total penderita 3.524 orang dan meninggal 15 orang Jakarta Selatan, total penderita 7.274 orang dan meninggal 22 orang Jakarta Timur, total penderita 7.348 orang dan meninggal 13 orang.
(aba/nrl)











































