Jatuh Bangun Mengejar Zidane
Jumat, 06 Jul 2007 13:16 WIB
Jakarta - Kedatangan Zinedine Zidane ke Istana Kepresidenan jelas merupakan momen langka. Belum tentu bisa terjadi sekali seumur hidup. Para fans Zidane pun sampai jatuh bangun mengejarnya.Wartawan dan karyawan di Istana tidak menyia-nyiakan kesempatan kunjungan pemain tim nasional Prancis itu. Bahkan sejumlah wartawan yang tidak ada jadwal meliput di Istana bela-belain datang. Ada 50-an wartawan, padahal biasanya cuma 20-30 wartawan.Sejak pukul 09.00 WIB, Jumat (6/7/2007), sudah banyak wartawan yang datang menantikan kedatangan Zidane di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. Padahal Zidane dijadwalkan datang pukul 10.00 WIB.Saking ngefansnya dengan Zidane, ada 3 wartawan yang menyiapkan kaos timnas Prancis warna biru bernomor punggung 10 bernama Zidane. "Untuk minta tanda tangan nih," ujar mereka bersemangat.Tunggu punya tunggu, ternyata Zidane baru nongol di Istana Negara pukul 10.45 WIB. Wartawan yang sudah resah dan gelisah, jadi histeris ketika melihat Zidane datang.Kehebohan pun terjadi. Apalagi kaum wartawati. "Zidane... we love you...," pekik mereka sekuat-kuatnya. Zidane menanggapinya dengan cool sambil terus berjalan dengan kepala tertunduk.Wartawan tambah beringas. Mereka mengerubuti Zidane. Namun 4 pengawal Zidane menyulitkan gerak-gerik wartawan. Wartawan pun pasrah. Cuma bisa berteriak, "Zidane... over here..." Untunglah yang dipanggil menengok, meski tetap sambil terus berjalan. Jepret!!! Kamera wartawan riuh berbunyi.Usai berdialog dengan Presiden SBY di gazebo, ada wartawan yang nekat meminta tanda tangan Zidane. Namun Paspampres dengan sigap mendorong wartawan tersebut. Gagallah usaha dia.Melihat itu, Menneg Pora Adhyaksa Dault meminta izin ke SBY. "Bapak Presiden, nanti wartawan mau foto bersama dengan Bapak dan Zidane," rayunya. SBY mengangguk. "Horreee...!!!" wartawan bersorak kegirangan.Zidane kemudian terlebih dulu memeragakan kelihaian permainan bolanya dan melakukan coaching clinic. Tapi ternyata setelah coaching clinic selesai, tidak ada sesi foto bersama wartawan dengan Zidane.Zidane dan 4 pengawalnya langsung berjalan cepat menuju mobil. Wartawan dan karyawan Istana pun terperanjat dan panik. Mereka buru-buru mengejar Zidane untuk meminta tanda tangan dan foto bersama.Suasana kian liar. Wartawan dan karyawan Istana mengejar Zidane dengan setengah berlari. Saling sikut-sikutan dan dorong-dorongan. Gubrak!!! Seorang ibu-ibu karyawan Istana tersandung dan jatuh. Namun dia langsung segera bangun dan kembali mengejar Zidane. Pantang menyerah."Waduh sepatuku!" jerit seorang wartawati yang sepatunya terlepas sebelah akibat berdesak-desakan, dorong-dorongan, dan berebutan salaman dengan Zidane.Sejumlah wartawan tidak hilang akal. Ada yang mengambil posisi dan berpose di depan Zidane. Jepret! Dia pun memoto dirinya dengan latar belakang Zidane. "Lumayanlah, daripada nggak ada. Abis nggak mungkin kan foto berdampingan," ujarnya dengan wajah ceria.Bahkan para fotografer yang biasanya memotret pun dengan panik minta tolong teman-temannya untuk memotret dirinya bersama Zidane. "Fotoin gue dong... Fotoin gue dong," pinta mereka menodong pertolongan.Zidane sambil tersenyum terus berjalan sampai akhirnya masuk ke dalam mobil. Zidane pun berlalu."Huhuhu... katanya tadi mau foto bareng," rajuk seorang wartawati yang tidak berhasil berpose bersama Zidane, disambut gelak tawa wartawan yang berhasil mendapat tanda tangan dan pose bersama Zidane.
(sss/ana)











































