Insiden RMS
Aparat Tertinggi Juga Harus Diusut
Jumat, 06 Jul 2007 12:40 WIB
Jakarta - Kasus penyusupan penari cakalele pada peringatan Harganas XIV di Ambon terus mendapat sorotan. Tim investigasi diminta lebih mengarah pada petugas keamanan daripada rakyat.Penyusupan ini tak mungkin terjadi jika koordinasi antara aparat berjalan dengan benar."Arah penyelidikan tidak boleh ke rakyat saja. Tapi harus diarahkan kepada aparat, dari yang terkecil sampai yang bertanggung jawab tertinggi. Karena itu bukti tidak adanya koordinasi," kata sosiolog UI kelahiran Halmahera, Tamrin Amal Tomagola. Tamrin menyampaikan pernyataan ini dalam diskusi Dewan Perwakilan Daerah yang bertajuk "Kapankah Konflik Maluku Akan Berakhir?" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/7/2007).Sementara itu tokoh masyarakat Maluku Thamrin Eli menilai pembentangan bendera RMS ini harus dilihat secara objektif dan proporsional. Seringkali suasana Ambon keruh akibat dari pekerjaan orang luar Ambon."Provokasi itu dari luar masuk, bukan dari Ambon sendiri," ujarnya.Dalam kesempatan yang sama anggota DPD Ichsan Loulembah dari Sulawesi Tenggara menilai konflik dan gerakan separatisme di wilayah Ambon dan Maluku tidak terlepas dari faktor ekonomi.Hal ini terjadi karena tidak adanya kesejahteraan yang merata. Padahal wilayah ini menyimpan potensi kekayaan alam yang sangat besar."Ada problem serius dalam hubungan pusat dan daerah. Khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam. Karena konflik itu terjadi di daerah yang memiliki kekayaan alam," pungkasnya.
(mly/nrl)











































