Pacar Poppy Bantah Lakukan Penganiayaan
Jumat, 06 Jul 2007 06:12 WIB
Jakarta - Miss Persahabatan 2005 Poppy Maretha mengaku mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan pacarnya, Khairin Rahim. Akibat tindakan kekerasan itu, beberapa bagian tubuh Poppy luka-luka.Pengakuan blak-blakan Poppy itu justru dibantah sang pacar. Khairin mengaku tidak pernah melakukan penganiayaan sebagaimana yang diceritakan Poppy."Fakta yang seharusnya itu salah. Saya tidak pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap dia," ujar Khairin saat dihubungi detikcom, Kamis (5/7/2007). Pengusaha batu bara asal Kalimantan itu mengaku justru dirinyalah yang mendapat perlakuan kasar dari Poppy. Tindakan kekerasan diterimanya saat berkunjung ke rumah Poppy di jalan Sriwijaya 28 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat itu, menurut Khairin, Poppy sedang dalam kondisi emosional yang labil."Dia menempeleng saya, memukul, dan meraung-raung kepada saya," kata Khairin.Khairin menceritakan, peristiwa yang terjadi pada Minggu malam, 1 Juli lalu itu berawal dari sikap Poppy yang tidak menerima masukan dan nasihat dari dirinya. Khairin mengaku sering mengingatkan Poppy agar tidak mudah menerima tawaran orang lain terkait karir yang digelutinya. Bukan ucapan terima kasih, tapi justru Poppy kemarahan dan pukulan yang diterima Khairin dari Poppy."Saya bilang dia itu harus kritis terhadap setiap tawaran orang lain yang menawarkan untuk menjadi produsernya. Karena dia itu sering dibohongi. Tapi dia tidak mau terima," cerita Khairin. Khairin membantah kalau dirinya cemburu terhadap wanita yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut tersebut. "Atas dasar apa saya harus cemburu," ujarnya heran. Mengenai luka di sebagian wajah Poppy, Khairin mengaku itu akibat pukulannya sendiri yang berhasil ditepis, hingga dia sempat tersungkur. Bahkan lanjut Khairin, setelah gagal memukul, Poppy kemudian lari keluar rumah dan berteriak-teriak meminta tolong tetangga kalau dirinya seakan-akan mengalami penganiyaan."Malah dia teriak-teriak minta tolong ke ajudan Pak Guruh yang kebetulan berseberangan, kalau seolah-olah saya mau bunuh dia. Ini kan tidak benar," cetus Khairin.Meski disudutkan, Khairin bersedia untuk berdamai jika Poppy pun bersedia untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan."Saya sudah sering bilang sama dia, mari kita berdiskusi bicarakan ini baik-baik. Karena cara dia itu salah," pungkasnya.
(rmd/gah)











































