Prancis dan Jerman Hadapi Wabah Flu Burung
Jumat, 06 Jul 2007 03:02 WIB
Paris - Pemerintah Prancis dan Jerman mengambil langkah preventif pencegahan wabah flu burung. Hal ini dilakukan setelah beberapa unggas ditemukan mati karena serangan virus H5N1. AFP, Jumat (6/7/2007), memberitakan, Menteri Pertanian Prancis Michel Barnier menaikkan level ancaman flu burung dari moderat menjadi tinggi. Peningkatan ini dilakukan menyusul hasil tes yang menunjukkan 3 angsa yang mati di wilayah Moselle positif terinfeksi H5N1.Jejak Prancis ini lalu diikuti Jerman. Pemerintah Jerman melaporkan 38 kasus baru terkait virus H5N1 di Sangerhausen, Saxony-Anhalt. Semua burung yang ditemukan di danau dekat kota semuanya positif terinfeksi H5N1.Meskipun menghadapi ancaman serangan virus H5N1, Menkes Prancis Roselyne Bachelot mengatakan masih belum perlu tindakan serius."Prancis tidak terancam oleh pandemi flu burung karena belum ditemukan manusia yang terkontaminasi virus H5N1," ujarnya.Terkait hal ini, Prancis lalu mengeluarkan larangan membawa unggas dalam jumlah banyak ke tempat umum seperti ke pasar. Prancis juga memperluas daerah steril di seputar penemuan unggas yang tewas di daerah Moselle, dari 1 kilometer menjadi 15 kilometer daerah observasi.Sementara itu, kasus burung yang mati di Saxony-Anhalt, Jerman merupakan negara bagian keempat yang ditemukan ada serangan virus H5N1 sejak akhir bulan lalu. Para ahli kedokteran hewan Jerman menduga virus tersebut berasal dari negara tetangga Ceko yang mana banyak peternakan ayam dan kalkun sudah terlebih dulu terhantam wabah flu burung.
(gah/gah)











































