Api Masih Membara, Pemadam Kebakaran Lamban

Kebakaran Pasar Arengka

Api Masih Membara, Pemadam Kebakaran Lamban

- detikNews
Kamis, 05 Jul 2007 23:47 WIB
Pekanbaru - Hingga pukul 23.15 WIB, api yang membakar Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, belum dapat dipadamkan. Api masih terus membara menghanguskan lapak bagian tengah pasar tersebut. Bahkan api cenderung terus membesar. Pantauan detikcom, sejumlah pedagang terus berupaya membantu petugas memadamkan kebakaran. Mereka mengatur strategi agar api tidak menjalar ke blok lainnya. Mereka pun merubuhkan sejumlah lapak di blok C yang berbatasan dengan blok B. Sedangkan tembok tinggi setinggi 2 meter yang berbatasan dengan blok A pun dirubuhkan warga.Cara tersebut dilakukan warga dan pedagang untuk mencegah meluasnya kebakaran. Menurut salah seorang pedagang, H Inong, upaya para pemadam kebakaran cenderung sangat lamban. Kelambanan itu, menurut dia, terlihat dari hanya 4 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api yang telah menghanguskan lebih dari 300 lapak di pasar tersebut. "Hanya empat mobil yang silih berganti. Setelah habis airnya, baru datang yang lain. Tapi anehnya ada 2 unit mobil yang siaga sudah 1 jam, dengan kondisi tangki air kosong, tidak diganti-ganti," kata Inong kepada detikcom di lokasi kebakaran, Jl Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Riau, Kamis (5/7/2007).Inong mengatakan, kedua mobil pemadam tersebut merupakan kendaraan pemadam yang datang pertama kali. "Mestinya mobil ini mengisi ulang, tapi malah cuma parkir," kecam Inong yang juga pemilik pasar Blok B yang terbakar. Inong juga mengklaim sumber api berasal dari bagian depan pasar. Alasannya menurut dia, sejumlah pedagang yang mengontrak lapaknya di bagian tengah sempat mengeluarkan barang-barangnya sebelum api membesar. "Kalau isunya disebut api berasal dari bagian tengah, tentu para pedagang tidak bisa mengeluarkan barang-barangnya," katanya. Pasar tersebut terbagi menjadi 3 blok, yaitu blok A, B (tengah) dan C. Blok yang terbakar adalah blok B. Pasar Arengka terakhir terbakar pada 2000 silam, namun tidak sebesar kali ini. Pasar tradisionl Arengka merupakan pasar swasta yang tidak dikelola Pemda. Pasar tersebut hanya dimiliki segelintir orang yang menyewakan lapak-lapaknya kepada para pedagang. (rmd/gah)


Berita Terkait