Ricuh, KPUD DKI Urung Terima Korek Kuping Raksasa
Kamis, 05 Jul 2007 19:44 WIB
Jakarta - Rombongan BEM Jakarta Raya membawa korek kuping raksasa sepanjang 1 meter. Terbuat dari pipa paralon dan dibalut gumpalan kertas di kedua ujungnya, sedianya korek kuping ini akan diserahkan pada anggota KPUD DKI Jakarta.Tapi niatan itu tidak jadi terlakana. Pertemuan 8 perwakilan mahasiswa BEM Jakarta Raya di kantor KPUD terganggu oleh ricuh massa mahasiswa. Berusaha menenangkan kawannya, mereka meninggalkan pertemuan dan korek kuping yang mereka bawa pun lupa diberikan pada anggota KPUD."Nggak, panik mereka jadi dibawa lagi," ujar anggota KPUD Muflizar sambil tersenyum usai menerima perwakilan mahasiswa di kantor KPUD DKI Jakarta, Jl Budi Kemuliaan, Kamis (5/7/2007).Korek kuping tersebut dilambangkan mahasiswa sebagai imbauan agar KPUD mau mendengarkan keinginan masyarakat. Selama ini KPUD dinilai kerap mengacuhkan aspirasi masyarakat tentang pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta."Ini tuh cotton buds (korek kuping). Akan diberikan pada ketua KPUD agar membersihkan telinganya dan mau mendengarkan aspirasi dari masyarakat," kata ketua BEM BSI Novis sebelum pertemuan.Muflizar lalu berkelakar soal korek kuping raksasa itu. "Sayang ya, padahal lumayan buat nyodok-nyodok," candanya kepada wartawan.
(gah/gah)











































