Fraksi DPR Janji Tak Ribut Saat Interpelasi Iran
Kamis, 05 Jul 2007 16:17 WIB
Jakarta - Terkait penjadwalan ulang penjelasan Presiden SBY soal Iran pada 10 Juli nanti, beberapa fraksi menjamin anggota fraksinya akan berlaku tertib jika SBY datang.Setelah FPG yang terang-terangan akan mengamankan sidang, FPPP dan FPKS juga akan menjaga agar sidang tetap berjalan tertib dan aman."Kalau dari kita prinsipnya akan sangat menghargai jika Presiden hadir sendiri. Kita akan menjaga agar forum berjalan tertib," ketua FPPP Lukman Hakim Syaefudin usai rapat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2007).Menurut Lukman, fraksinya berharap Presiden hadir sendiri dan menjelaskan substansi kebijakan pemerintah mendukung resolusi Iran. Dengan kehadiran Presiden, persoalan diharap bisa clear dan cepat selesai.Ketua FPKS Mahfud Sidik juga berkomitmen menjaga sidang bisa berjalan tertib dan lancar. Karena itu dia berharap Presiden tidak khawatir dan menghadiri sidang untuk menjelaskan kebijakan pemerintah."Kita cukup paham etika, kami akan berupaya menegakkan etika politik. Kita boleh kritis tapi tetap dengan menjaga etika," katanya.Sementara anggota FPDIP Marjono menilai dalam era demokrasi saat ini tidak ada seorang pun yang berhak melarang orang untuk berpendapat. Karena itu fraksinya akan tetap memberi kebebasan kepada anggotanya untuk bersikap."Kalau yang melarang-larang justru itu yang liar, kita tetap tidak boleh melarang orang berpendapat di era reformasi ini," kata Marjono.Sedangkan anggota FPAN Alvin Lie meminta anggota DPR tidak mempersoalakan hadir tidaknya Presiden karena sebagai institusi independen, DPR bisa mengambil sikap yang tegas terkait penjelasan Presiden tersebut."Kita tidak usah mempersoalkan hadir atau tidak karena kita punya waktu untuk menilai. Kalau tidak hadir dan kita tidak puas, ya sudah kita bawa saja terus, kita tingkatkan untuk menjadi hak angket," katanya.
(umi/nrl)











































