Sebalnya Naik Busway Bak Metromini
Kamis, 05 Jul 2007 13:34 WIB
Jakarta - Kualitas bus Transjakarta yang melalui jalur busway dinilai terus mengalami penurunan. Naik bus Transjakarta saat ini hampir tak ada bedanya seperti naik metromini. Banyak bus Transjakarta yang tidak memenuhi rutenya dengan alasan macet.Hal ini disampaikan Peneliti Transportasi Yayasan Pelangi Andi Rahmah dalam diskusi bertema "15 Koridor busway, mampukah atasi kemacetan Jakarta?" di Museum Fatahillah, Jakarta, Kamis (5/7/2007)."Ini kayak naik metromini saja, karena alasan macet, berhenti dan menurunkan penumpang di tengah jalan," ketus Andi.Andi menjelaskan, bus Transjakarta diciptakan untuk mengatasi bebas macet. Jika kualitas terus menurun, maka tidak akan bisa mengatasi macet."Busway itu diciptakan agar masyarakat kelas menengah meninggalkan mobil pribadi dan mulai menggunakan angkutan publik, dengan demikian kemacetan dapat dikurangi," ujarnya.Selain bus Transjakarta tak memenuhi rute, waktu tunggu di shelter bisa mencapai 5 hingga 50 menit, terutama di koridor IV dan VII."Shelter itu tidak dirancang untuk menunggu selama itu, maksimal hanya untuk menunggu 3-5 menit. Jadinya panas dan sangat tidak nyaman," ujarnya.Hal lainnya, lanjut Andi, load factor penumpang mencapai 150 persen pada jam sibuk. "Sistem pendingin banyak yang sudah tidak berfungsi," imbuhnya.Menurut Andi, jika kualitas terus menurun, bagaimana warga kelas menengah mau meninggalkan mobil pribadi dan menggunakan bus Transjakarta.Andi mengimbau, ke depannya bus Transjakarta harus memperbaiki fasilitas dan segera memenuhi jumlah armadanya."Bukan menambah armada, karena sekarang ini baru 20 persen jumlah armada dari yang seharusnya. Sesuai dengan rencana, seharusnya April 2007 sudah lengkap. Namun sampai sekarang belum ada," pungkasnya.
(mly/sss)











































