Tuntut Kredit Dicabut
Warga Jambi Dobrak Bank Permata
Kamis, 05 Jul 2007 13:10 WIB
Jakarta - Pintu pagar Bank Permata terus digedor-gedor masyarakat Jambi yang menuntut pencabutan kredit atas pengolahan lahan kelapa sawit. Water canon dan mobil Gegana pun disiagakan."Masuk....masuk....masuk....," teriak 100 orang warga Jambi sambil terus mendobrak-dobrak pintu Bank Permata di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (5/7/2007).Masyarakat Kabupaten Sarolangun, Jambi, ini menyambangi Bank Permata dengan menumpang 5 Mikrolet sejak pukul 11.30 WIB.Massa meminta agar kredit yang diberikan Bank Permata kepada Koperasi Tiga Serumpun dan PT Duta Agro Indo dicabut.Kisruh ini berawal saat lahan seluas 1.500 hektar di dua kecamatan Surolangun dan Kecamatan Pau di Jambi dijadikan kebun kelapa sawit sejak tahun 2000.Koperasi Tiga Serumpun dan PT Duta Agro Indo mengklaim mewakili masyarakat untuk meminta kredit kepada bank permata. Kesepakatan itu tanpa sepengetahuan warga.Kredit selanjutnya dibebankan kepada masyarakat dan masyarakat yang harus bayar hutang.Selain orasi, massa juga membentangkan spanduk besar bertuliskan "Kembalikan hak-hak masyarakat Jambi" serta poster bertuliskan "Bank Permata penipu rakyat", "Kembalikan hak rakyat", dan "Bank Permata mencekik leher rakyat."Satu unit water canon dan mobil Gegana tampak siaga di halaman. Puluhan polisi juga berjaga-jaga.Meski didemo, Bank Permata tetap beroperasi. Nasabah yang akan bertransaksi terpaksa lewat pintu samping gedung.
(aan/nrl)











































