Inalum Harus Pasok Listrik 90-100 MW ke Sumut
Kamis, 05 Jul 2007 00:22 WIB
Medan - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) harus memberikan pasokan listrik 90-100 megawatt (MW) per hari ke Sumut melalui PT PLN Kitlur Sumbagut. Langkah ini dinilai solusi paling cepat untuk mengatasi krisis listrik di Sumut yang sudah mencapai 300 MW di saat beban puncak antara pukul 19.00 sampai 23.00 WIB setiap harinya."Kita sedang berupaya mencari cara mendesak Inalum memberikan energi listrik 90-100 MW per hari ke Sumut," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumut, Washington Tambunan di Medan, Rabu (4/7/2007).Dikatakan Washington, upaya mendesak Inalum itu tidak lagi memakai mekanisme barter energi atau sistem SWAF seperti yang selama ini di terapkan antara Inalum dengan PT PLN Sumbagut."Manajemen Inalum diharap melihat persoalan krisis listrik di Sumut bukan hanya dari sisi PT PLN Sumbagut saja, melainkan melihatnya kepada kebutuhan dasar masyarakat Sumut secara umum," kata Washington.Diakui, upaya mendesak pasokan listrik dari Inalum itu sudah dibicarakan langsung kepada Direktur Utama PT Sumitomo, pemegang saham terbesar PT Inalum."Karenanya, kita berharap pemerintah pusat bisa menjembatani harapan Pemerintah Provinsi Sumut ke Inalum itu. Karena perjanjian kontrak kerja sama di Inalum dilakukan antara pemerintah Indonesia dengan Jepang," kata Washington.Secara terpisah, Humas PT Inalum S Sijabat menyatakan belum tahu soal keharusan perusahaannya memasok energi listrik ke PT PLN Sumbagut."Saya tak tahu kalau Inalum diharuskan memasok energi listrik ke Sumut tanpa sistem barter," ujarnya."Setahu saya, selama ini pasokan energi listrik antara Inalum dengan PT PLN Kitlur Sumbagut dengan sistem barter, yakni malam hari Inalum memberikan energi listrik 45 MW ke PT PLN Sumbagut, dan siang harinya PT PLN mengganti energi dengan jumlah sama ke Inalum," lanjut Sijabat.Namun, sistem berter energi listrik itu diakui Sijabat tidak berjalan mulus. Sebab, PT PLN Sumbagut tidak mampu mengembalikan energi dengan jumlah sama yang diperoleh dari Inalum. Sampai kini PT PLN masih punya berhutang energi ke Inalum, dan bagaimana cara penuntasannya masih belum jelas sampai sekarang.
(rul/ken)











































