Timbulkan Pro-Kontra, SK Menkes Akan Direvisi
Rabu, 04 Jul 2007 21:12 WIB
Jakarta - SK tentang Pedoman Pelaksanaan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin telah menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pun menyatakan akan merevisi keputusannya tersebut."Kita akan perbaiki karena banyak menimbulkan salah persepsi," kata Siti usai Rakor di kantor Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (4/7/2007).Siti mengatakan, salah persepsi oleh masyarakat terjadi pada jaminan obat. Menurutnya, dalam surat tersebut, Siti meminta kepada para dokter agar memberikan obat generik bukan obat bermerk kepada pasien.Namun, lanjut Siti, masyarakat menganggap, jaminan Askes tidak termasuk obat mahal untuk masyarakat miskin."Padahal maksud saya tidak begitu. Itu salah interpretasi," ujar perempuan asal Solo itu.Menurut perempuan yang kerap tampil dengan kerudung itu, jika dokter memberikan obat bermerk, maka resep dokter tidak terkontrol. Harga yang harus dibayarkan juga tinggi."Namun jika obat itu tidak ada jenis generiknya, obat bermerk boleh diberikan," tandasnya."Seperti thalassemia dan kanker itu tidak ada obat generiknya. Jadi boleh diresepkan. Ternyata di lapangan, obat-obat yang tidak ada generiknya juga di stop, saya juga kaget," tambahnya.
(irw/ken)











































