Polri Tak Ikut Tim Evaluasi RMS

Polri Tak Ikut Tim Evaluasi RMS

- detikNews
Rabu, 04 Jul 2007 19:17 WIB
Jakarta - Pemeriksaan insiden penari liar dan pembentangan bendera RMS di hadapan Presiden SBY di Ambon, Maluku memang ditangani Polri. Namun Pak Polisi tidak masuk dalam Tim Evaluasi RMS."Tidak ada dari Polri. Kebetulan mereka ada acara HUT Polri se-Indonesia. Kita di sana hanya sehari. Cuma hari Senin saja," kata Sekretaris Menko Polhukam Letjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo yang menjadi ketua Tim Evaluasi RMS.Hal ini disampaikan dia di Kantor Kementerian Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (4/7/2007).Dituturkan dia, yang termasuk ke dalam Tim Evaluasi RMS selain dirinya adalah Asops Kasum TNI Mayjen TNI Bambang Darmono dan Deputi IV Pertahanan Keamanan Negara Polhukam RR Simbolon.Berikut petikan wawancaranya:Apakah setelah evaluasi ini akan ada pergantian Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura?Itu diserahkan kepada hasil pemeriksaan. Yang berwenang dalam hal ini adalah Panglima TNI dan Kapolri.Apakah ini termasuk kesalahan berat?Itu tergantung pada hasil pemeriksaan.Apakah ada rekomendasi dari tim ke Presiden SBY?Tidak kita hanya memberikan hasilnya begini. Nanti yang menentukan adalah kalau di TNI itu ada sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Tapi ini tergantung pada Panglima TNI.Ada yang menganggap insiden ini disengaja?Jangan mereka-reka. Jangan suudzon. Kalau Anda buruk sangka nanti di-suudzon-in orang, hahaha.Kementerian Polhukam akan membuat kebijakan khusus?Kita akan menciptakan kedamaian di sana. Jangan sampai insiden di Maluku itu memicu timbulnya kerusuhan kembali.Akan ada penambahan pasukan?Oh, tidak tidak ada. Masyarakat Kristen, Islam, Hindu dan Buddha sudah kumpul di sana. Mereka menolak pembentangan bendera RMS itu. Itu masyarakat sendiri yang menolak. Kemarin yang melakukan demonstrasi datangnya dari semua agama, dan mereka semua menolak aksi itu.Ada evaluasi tentang RMS? Gerakannya seperti apa?RMS itu baru merupakan ide separatis. Kekuatan bersenjatanya tidak ada. Hanya ada orang-orang RMS yang lari ke luar negeri. Itulah yang membuat rusak tatanan kita di sana.Berapa besar kekuatannya?Saya kurang jelas. Yang jelas Manuputty (tokoh RMS Alexander Manuputty) masih hidup di Belanda.Kapan ini dilaporkan ke Presiden SBY?Itu tergantung ketemunya Pak Menko Polhukam dengan Presiden. Semestinya tadi malam sudah.Laporan tim akan disampaikan ke publik?Nggak usah, nanti tambah besar. Pengamatan saya justru wartawan yang membesar-besarkan berita ini. Saya sampai di sana, tidak ada apa-apa. (rdf/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads