Wartawan BBC Alan Johnston Dibebaskan

Wartawan BBC Alan Johnston Dibebaskan

- detikNews
Rabu, 04 Jul 2007 16:17 WIB
Den Haag - Setelah disandera 114 hari oleh kelompok sempalan di Gaza, Johnston dibebaskan dan diserahkan ke Hamas. Sebelumnya Hamas mengancam akan menyerbu kelompok itu jika Johnston tidak dibebaskan.Johnston menyambut gembira pembebasannya Rabu pagi ini. Dalam percakapan telepon dengan BBC, Johnston menyebut penculikan dan penyanderaan dirinya sebagai pengalaman yang menguras emosi. Demikian media Belanda mendasarkan pada ANP hari ini (4/7/2007) melaporkan.Wartawan berdarah Skotlandia itu melakukan percakapan langsung dari rumah Ismail Haniyeh, Perdana Menteri Palestina yang disingkirkan presiden Mahmud Abbas dari Fatah yang berideologi sekuler. Pada kesempatan itu Johnston menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berjasa membebaskannya."Keberhasilan pembebasan Johnston itu merupakan bukti kemampuan Hamas memulihkan keamanan dan ketertiban di Jalur Gaza," kata pemimpin Hamas Khaleed Meshaal dari Syria.Kawasan Gaza saat ini bersih dari kelompok bersenjata Fatah setelah terjadi konfrontasi terbuka dengan Hamas bulan lalu. Markas dan kantor pusat intelijen Fatah yang diketahui main mata dengan Israel sepenuhnya jatuh ke tangan Hamas.Sejak 12 MaretJohnston diculik sebuah kelompok yang mengklaim sebagai Tentara Islam pada 12/3/2007. Kelompok yang oleh media Barat disebut memiliki taut dengan Al-Qaida ini menuntut agar para pejuang yang ditawan Inggris dan negara-negara lainnya dibebasan.Belum lama berselang kelompok ini mengedarkan video Johnston, yang menunjukkan tubuh wartawan BBC tersebut dililit sabuk bom.Para petinggi Hamas berulangkali menyerukan agar kelompok tersebut segera membebaskan satu-satunya wartawan Barat yang permanen bertugas di Jalur Gaza itu. Terakhir Hamas mengancam akan membebaskan Johnston dengan penyerbuan militer.Tanpa TebusanPembebasan Johnston dengan selamat itu tanpa peran uang tebusan sama sekali. Demikian salah satu fungsionaris yang terlibat dalam perundingan mengatakan. Ia menjelaskan bahwa pembebasan itu terjadi setelah ada fatwa dari Syeikh Suleiman al-Daya, pemegang otoritas tertinggi agama di Gaza."Tentara Islam dan pasukan bersenjata Hamas Brigades Al Qassam sepakat untuk menyerahkan penentuan nasib Alan Johnston kepada ketentuan otoritas agama tertinggi di Gaza," kata fungsionaris yang tidak disebutkan namanya.Syeikh Suleiman al-Daya lalu mengeluarkan fatwa di mana isinya menyebutkan agar Johnston dibebaskan tanpa syarat. Fatwa ini selanjutnya dipatuhi, baik oleh Tentara Islam maupun Hamas.Agenda HamasMenyusul suksesnya pembebasan Johnston, Haniyeh mengatakan bahwa pihaknya kini mengarahkan pada upaya membebaskan Gilad Shalit, tentara Israel yang diculik."Kami berharap agar penyanderaan Shalit segera diakhiri dengan kesepakatan baik, yang memungkinkan pembebasan para tawanan kami di penjara-penjara Israel," demikian Haniyeh.Jurubicara PM Ehud Olmert menyatakan bahwa Israel berharap pada pembebasan 'tentaranya yang diculik'. Dia menolak mengatakan lebih jauh mengenai kemungkinan perundingan, karena masalah ini sangat sensitif. (es/es)


Berita Terkait