Demo Anti Pemberantasan Illegal Logging Marak di Pekanbaru

Demo Anti Pemberantasan Illegal Logging Marak di Pekanbaru

- detikNews
Rabu, 04 Jul 2007 16:06 WIB
Pekanbaru - Dalam tiga hari terakhir, selalu ada demo menentang pemberantasan illegal logging di Riau. Muncul dugaan, kegiatan ini 'disponsori' pihak-pihak yang terlibat illegal logging. Dugaan tersebut muncul dari kenyataan yang ada di lapangan. Setellah jajaran Polda Riau memerangi pratik illegal logging, terus menerus muncul aksi massa yang memprotes tindakan polisi tersebut. Mereka menekan Polda Riau untuk segara menghentikan gebrakannya. "Kita mendukung penegakan hukum pemberantasan illegal logging. Tapi mestinya polisi juga jangan asal main tangkap saja. Kita rakyat juga hidup dari kemurahan hutan alam," kilah seorang demonstran di halaman Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, Rabu (4/7/2007). Mereka datang dengan menggunakan puluhan truk dan mengaku dari kelompok masyarakat Hutan Rakyat. Mereka menuding Polda Riau salah kaprah dalam memberantas illegal logging. Banyak perusahaan yang memiliki izin juga ditangkapi. "Yang ditangkap itu mestinya perusahaan tanpa izin. Tapi Polda Riau asal tangkap saja, perusahaan memiliki izin sekalipun tetap ditangkap. Ini jelas merusakan iklim investasi," teriak mereka. Hal sebaliknya disampaikan Ikatan Keluarga Besar Masyarakat Indragiri (IKBMI). Mereka justru memberikan apresiasi kepada Polda Riau yang sudah berupaya menegakkan supremasi hukum. Terutama dalam menyelamatkan hutan dan lingkungan dengan memberantas illegal logging. "Upaya pemberantasan illegal logging harus dilakukan secara berkesinambungan. Penertiban pembalakan liar juga jangan hanya menyentuh lapisan luar saja, tapi jauh sampai ke aktor intelektual dan otak pelakunya," kata Ketua Umum IKBMI, Susilowadi saat dihubungi detikcom. Menurutnya, pembalakan liar di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu sampai saat ini masih marak. Di lokasi itu, pembalakan liar terus berjalan mulus yang diduga dibabat oleh sebuah perusahaan, yakni PT CSS. Susilo juga mensinyalir ada pejabat tinggi di Pemprov Riau yang terlibat. Pejabat tersebut memberikan rekomendasi untuk PT CSS.Dengan dugaan adanya keterlibatan pejabat pemprov Riau ini, Susilo mengatakan, pantas saja belakangan ini eksekutif 'menyerang' pihak Polda. Mereka mengatakan penanganan illegal logging jangan sampai mengganggu iklim investasi. "Ada dugaan pejabat Pemprov Riau terlibat dalam pengrusakan hutan yang digarap PT CSS," katanya. Sumber detikcom menyebut, terkait dugaan pembalakan liar di Indragiri Hulu, Polres Inhu sedang mengajukan surat kepada kepada presiden untuk izin pemeriksaan pejabat pemprov Riau sebagai saksi dan tersangka melalui Polda Riau dengan surat nomor: R/165/VI/2007/Reskrim, tertanggtal 29 Juni 2007. Ketika ditanya soal itu, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli mengaku belum mengetahui hal itu. "Wah saya belum monitor soal surat dari Polres itu," katanya. (cha/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads