Kronologi Perampokan Minimarket Circle K Jl. Dago Bandung
Rabu, 04 Jul 2007 15:41 WIB
Bandung - Minimarket Circle K di Jl. Dago, Bandung dirampok oleh kawanan perampok bersenjata api sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu (4/7/2007). Penampilan para perampok itu tidak seperti perampok. Mereka berbaju rapi. Perampokan berlangsung sekitar 30 menit. Ahmad Pandu, pengunjung Minimarket Circle K yang menjadi korban perampokan, menceritakan kejadian yang dialaminya saat ditemui di sela-sela pemeriksaan di Mapolresta Bandung Tengah, Jl. Ahmad Yani, Bandung. Berikut kronologi versi Ahmad Pandu: Sekitar pukul 06.30 WIB, Pandu tiba di Minimarket Circle K. Dia yang berencana menuju ke Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) untuk daftar ulang di ITB, mampir ke Circle K untuk membeli minuman kopi. Saat masuk ke halaman parkir ke Circle K, Pandu sempat heran. Dia melihat ada mobil Toyota Kijang warna silver yang diparkir melintang sehingga menutupi pintu masuk Circle K. Namun, karena tidak melihat sesuatu mencurigakan lainnya, Pandu pun turun dari mobil Jazz B 2101 TI, setelah memarkirkan mobilnya. Pandu masuk ke dalam minimarket. Setelah membuka pintu, dia cukup terkejut saat melihat seseorang yang duduk di kursi kasir. "Setahu saya, kasirnya kan muda-muda. Lha ini, sudah tua, sekitar 40 tahun. Tapi, ya saya tidak terlalu mencurigainya," kata Pandu. Saat itu, Pandu melihat ada tiga orang di luar gedung dan tiga orang lainnya di dalam gedung. Yang terlihat di dalam gedung, dua orang berdiri di dekat counter minuman dingin dan satu orang lagi duduk di kursi kasir. Pandu pun menuju tempat mesin pembuat minuman kopi. Saat mengambil gelas, Pandu didatangi dua orang di antara mereka. "Satu orang di belakang saya dan satu lainnya di depan saya. Yang di depan saya, langsung menodongkan pistol ke arah perut saya," terang Pandu. "Kamu diam saja, jangan macam-macam," kata perampok kepada Pandu. Pandu pasrah. Perampok yang berdiri belakang kemudian menggeledah dompet Pandu. Di dompet ada uang Rp 50 ribu, STNK mobil Jazz, SIM A, dan SIM C. Perampok juga mengambil kunci mobil Jazz dari saku Pandu. "Setelah saya digeledah, saya kemudian dibawa ke gudang. Dan ternyata di dalam gudang, sudah ada dua orang yang ditelungkupkan, diikat kaki dan tangannya, mulutnya dilakban," kata Pandu. Pandu pun disekap dan diikat seperti dua orang lainnya, yang diketahui sebagai pegawai Circle K bernama Ari Suseno dan Sandi Ferbiana. Selama lima menit, Pandu mencoba untuk melepaskan ikatan di kaki dan tangannya. Dia mencoba keluar gudang sambil meloncat-loncat. Kebetulan, gudang itu tidak berpintu. Begitu sampai di bagian kaca, Pandu melihat mobil para perampok dan mobil Jazz sudah tidak ada di halaman parkir. "Lantas, saat itu datang ibu-ibu yang menuju minimarket. Saat itulah saya mencoba berteriak, meski mulut saya dilakban. Saya ditolong ibu itu. Di saat yang sama, para pegawai Circle K yang disekap juga sudah bisa membebaskan ikatan di kaki dan tangan," kata Pandu, remaja yang diterima sebagai mahasiswa baru Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB itu. Setelah itu, mereka pun segera menghubungi polisi. "Tapi, telepon minimarket sudah tidak bisa dipakai lagi. Mungkin perampok sudah memutusnya. Akhirnya, kami menelepon polisi dengan handphone," jelas dia. Pandu sangat apes memang. Mobil Jazz milik kerabatnya raib. Pandu juga kehilangan HP. Sementara berkas-berkas di dalam mobil Jazz juga ikut digondol. Berkas-berkas yang ada di mobil Jazz itu, antara lain ijazah SMA asli, bukti transfer pendaftaran ITB, dan surat panggilan ITB.
(asy/nrl)











































