Depkes Diminta Segera Drop Cadangan Susu ke Daerah
Rabu, 04 Jul 2007 14:57 WIB
Solo - Departemen Kesehatan diharapkan segera merealisasikan rencana droping susu cadangan (buffer stock) ke daerah. Jika tidak segera dilakukan, dikhawatirkan akan memperburuk kesehatan balita di daerah karena harga susu di pasaran terus naik.Reza Bachtiar adalah salah seorang balita yang mengalami gizi buruk. Di usianya yang memasuki tiga tahun, anak kedua pasangan Zainuri dan Muslimatun itu, berat badannya baru mencapai 9 kg. Dia juga belum bisa berjalan.Kebutuhan pokok bagi balita berupa susu, sebisa mungkin dipenuhi oleh orangtuanya. Dalam tekanan ekonomi yang menghimpit, Zainuri yang berpenghasilan Rp 600 ribu per bulan, harus menyisihkan Rp 100 ribu setiap bulannya untuk membelikan susu bagi Reza."Kenaikan harga susu ini saat memberatkan kami karena penghasilan suami saya tidak naik. Kalau ada bantuan susu dari Pemerintah, akan sangat membantu kami," ujar Muslimatun yang hanya menjadi ibu rumah tangga saat ditemui di rumahnya di Gondangrejo, Karanganyar, Rabu (4/7/2007).Data di Puskesmas Gondangrejo, penderita gizi buruk di kecamatan yang hanya berjarak 10 km di utara Kota Solo itu mencapai 69 anak. Kepala Puskemas Gondangrejo, Agus Supadiyatmo, mengatakan setelah mendapat perawatan selama enam bulan penderita gizi buruk itu menurun menjadi 46 anak.Agus juga mengaku khawatir dampak kenaikan harga susu di pasaran akan kembali meningkat karena banyak keluarga yang tidak mampu membeli susu untuk anaknya yang masih balita. Pihak Puskesmas juga khawatir tidak mampu lagi memberikan perawatan bagi anak-anak penderita gizi buruk itu."Sepanjang tahun 2007 ini kami belum menerima bantuan susu dari Pemerintah. Bantuan susu dari Pemerintah yang terkahir kami terima adalah pada pertengahan tahun 2006. Bantuannya berupa barang seharga Rp 48 juta," papar Agus.Bantuan itupun dinilai belum memadai. Untuk anak yang menderita gizi kurang hanya diberi asupan susu bantuan selama sebulan, sedangkan penderita gizi buruk selama tiga bulan. Padahal untuk pemulihan kesehatan balita bermasalah seperti Reza, butuh waktu lebih lama lagi."Harapan kami droping susu bantuan itu segera direalisasikan, terutama di daerah yang rawan. Saat ini untuk mengatasi kekurangan gizi pada balita, kami hanya memberikan asupan makanan tambahan berupa roti yang nilai gizinya tidak sebanding susu," papar Agus.
(mbr/djo)










































