Rokhmin Dilempari Kepala Kambing karena Stop Ekspor Pasir
Rabu, 04 Jul 2007 14:47 WIB
Jakarta - Rokhmin Dahuri mengklaim praktik penambangan dan ekspor pasir laut ke Singapura berhenti ketika dia menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Rokhmin pun sempat 3 kali diancam dibunuh akibat kebijakannya itu."Minimal 3 kali ancaman pembunuhan terhadap saya dan keluarga. Sebanyak 2 kali, rumah kami pribadi di Bogor pada tahun 2003 dilempari dengan puluhan kepala kambing yang masih berdarah-darah," ungkap Rokhmin membacakan pledoi di PN Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (4/7/2007).Fakta itu diungkapkan Rokhmin untuk menunjukkan keteguhan hatinya melawan praktik yang merugikan negara di hadapan majelis hakim yang diketuai Mansyurdin Chaniago. Selain itu untuk membantah adanya pemberian dana 400.000 dolar Singapura dari pengusaha pasir laut Singapura."Tidak ada satu pun pejabat yang pernah menghentikan praktik tersebut. Karena Allah, hanya Tim Pengendali dan Pengawas Pengusahaan Pasir Laut (TP4L) yang saya ketuai yang berani menghentikan praktik tersebut," ujar Rokhmin.Nah, ancaman pembunuhan itu diterima Rokhmin karena keberaniannya menghentikan bisnis yang telah berlangsung lebih dari 25 tahun itu."Dapatkah majelis hakim bayangkan bagaimana konsekuensi dari kebijakan kami menyetop bisnis pertambangan dan ekspor pasir laut yang telah berlangsung lebih dari 25 tahun, dengan omzet triliunan rupiah per tahun dan melibatkan orang-orang kuat serta berkuasa di Indonesia itu?" kata Rokhmin lagi.Lelah dan stres terus diancam, Rokhmin mengadu ke Presiden saat itu, Megawati. "Dan di suatu kesempatan sidang kabinet, Presiden menginstruksikan Kapolri untuk menyelesaikan ancaman terhadap saya. Barulah permasalahan reda," ujar Rokhmin.
(aba/nrl)











































