SBY Soal Gerbong Kereta Tua

SBY Soal Gerbong Kereta Tua

- detikNews
Rabu, 04 Jul 2007 14:10 WIB
Serpong - Meski amburadul, kereta api merupakan transportasi darat yang paling banyak digunakan. Namun gerbongnya sudah tua, lokomotif dan relnya sudah uzur. Hal ini pun menjadi sorotan Presiden SBY.Dia meminta Dephub memberi perhatian khusus terhadap keselamatan KA, khususnya pada perawatan dan peremajaan infrastruktur. Hal itu mutlak dilakukan segera."Penggantian lokomotif dan gerbong tua tidak dapat ditawar-tawar lagi. Perawatan berkala terhadap jembatan dan rel tua tentu perlu terus dilakukan," ujar SBY.Hal tersebut ia sampaikan dalam peresmian penggunaan rel jalur ganda di Stasiun Serpong, Banten, Rabu (4/7/2007).Kepada jajaran PT KA, SBY mewanti-wanti untuk terus meningkatkan pelayanannya, terutama pada sektor-sektor yang masih sering dikeluhkan penunmpang."Beri jadwal perjalanan yang pasti. Rawat kebersihan gerbong agar tetap nyaman bagi penumpang. Jadikan stasiun tempat yang aman dari tindak kejahatan," kata SBY yang mengenakan kemeja safari warna coklat tua.Usai meresmikan rel jalur ganda tersebut, SBY kembali ke Istana Kepresidenan dengan menggunakan KRL ekonomi AC Ciujung. Sama seperti penumpang lainnya, SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono juga harus membeli tiket. Pembelian tiket itu sekaligus menjadi acara seremonial peresmian penggunaan sistem tiket elektronik.Stasiun Serpong dengan rute Serpong-Tanah Abang ini merupakan proyek percontohan bagi stasiun lainnya di Jabodetabek. Panjang rel yang diresmikan mencapai 24,5 km. Dengan adanya rel jalur ganda ini, kapasitas angkut penumpang akan meningkat dan kapasitas lintas KA juga meningkat dari 78 KA per hari menjadi 130 KA per hari. (anw/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads