Mahasiswa Papua Bubar Demo Sambil Berjoget Ria
Rabu, 04 Jul 2007 12:24 WIB
Yogyakarta - Dengan diiringi gendang, mahasiswa Papua menari ria dan bernyanyi. Aksi menolak otonomi khusus ini pun bubar. Jalan yang diblokir kembali normal.Sebelum membubarkan diri, mahasiswa sempat terlibat cekcok mulut dengan aparat keamanan. Aparat meminta mahasiswa membuka jalan yang diblokir."Tolong dibuka jalannya, paling tidak separo saja," kata Kompol Junaedi di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, Rabu (4/7/2007).Namun mahasiswa menolak keras. Bahkan 2 mahasiswa tampak emosi menanggapi permintaan aparat."Kami punya hak memakai jalan ini. Biarkan kami aksi di sini," kata seorang mahasiswa dengan nada geram sambil menunjukkan jarinya ke arah aparat."Saya juga punya hak. Ini jalan umum. Jadi beri kesempatan yang lain lewat. Anda tidak bisa seenaknya," sahut Junaedi.Mahasiswa tetap melanjutkan orasi-orasi. Namun di ujung aksi, mahasiswa membacakan pernyataan sikapnya yang berisi menolak otonomi khusus yang sudah 6 tahun berjalan karena gagal, menolak pemekaran Papua, meminta referendum, dan meminta pemerintah membuka dialog nasional.Puas berorasi dan membacakan pernyataan sikap, satu per satu mahasiswa memasuki asramanya. Gerbang asrama lantas ditutup. Di dalam asrama, para mahasiswa menari dan bernyanyi sambil diiringi alunan gendang kecil. Simbol Bendera Kejora pun masih diikatkan di kepala dan spanduk tetap dibentangkan.Aparat keamanan tampak menggotong meja dan kursi yang menutupi jalanan ke trotoar depan asrama. Arus lalu lintas kembali normal.Setali tiga uang, ratusan aparat yang berjaga ikutan balik kanan. Bubar...!
(aan/sss)











































