Adu Mulut dengan Aparat Yogya, Mahasiswa Papua Blokir Jalan
Rabu, 04 Jul 2007 11:50 WIB
Yogyakarta - Simbol Bintang Kejora terus dibentangkan mahasiswa Papua. Mahasiswa dan aparat pun terlibat adu mulut. Mahasiswa menolak permintaan aparat untuk mempereteli simbol itu. Jalan pun diblokir mahasiswa.Ikat kepala bergambar Bintang Kejora tetap melekat di kepala para mahasiswa yang tergabung dalam Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (F-Parera-PB). Demikian pula spanduk besar bergambar Bintang Kejora yang bertuliskan "Referendum Yes" terus dibentangkan.Nah...saat mahasiswa akan bergerak dari Asrama Papua di Jalan Kusuma Negara, Yogyakarta, tepatnya di depan Balai Besar Kerajian dan Kulit, yang berjarak 500 meter dari asrama, tampak 200 personel aparat berseragam tanpa tameng dan pentungan menghadang langkah kaki mereka.Koordinator aksi Daud Kulba turun tangan dan bernegosiasi dengan Petugas Operasional Poltabes DIY AKP Ngadino yang didampingi Kompol Junaedi. Mereka meminta diizinkan ke kantor pos besar.Negosiasi berlangsung alot dan mahasiswa tetap tidak diiizinkan dengan alasan membawa lambang Bintang Kejora. Aparat keamanan akhirnya menawarkan opsi, yakni mahasiswa dapat terus beraksi, asalkan simbol OPM itu dicopoti. Namun opsi itu ditolak mentah-mentah oleh mahasiswa dengan alasan Bintang Kejora adalah lambang budaya rakyat Papua dan berjanji hanya melakukan aksi damai."Referendum yes...otonomi no," yel-yel itu terus diteriakkan oleh 100-an mahasiswa.Massa akhirnya balik kanan menuju ke asrama untuk menggelar aksi. Sesampai di depan asrama, mahasiswa mengeluarkan meja dan kursi, lalu menjejerkannya di tengah-tengah Jalan Kusumanegara.Akibat jalanan yang diblokir, aparat keamanan terpaksa mengalihkan arus lalu lintas (lalin). Kendaraan dari arah timur ke barat dialihkan ke Jalan Glagah Sari, arus lalu lintas dari timur ke utara dialihkan Jalan Timoho. Sedangkan arus lalu lintas barat ke timur diminta lewat Jalan Cendana.Hingga pukul 11.35 WIB, mahasiswa terus berorasi. Puluhan warga setempat pun tampak menonton. Ratusan aparat pun tampak siaga berjaga-jaga.
(aan/sss)











































