Bintang Kejora Hiasi Demo Mahasiswa Papua di Yogya
Rabu, 04 Jul 2007 11:09 WIB
Yogyakarta - Bintang kejora yang menjadi simbol separatis OPM menghiasi aksi demonstrasi 100 mahasiswa Papua yang tergabung dalam Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (F-Perera-PB).Mereka berdemo untuk menolak pemberian otonomi khusus. Mereka menuntut dilakukan referendum dan kemerdekaan bagi rakyat Papua.Lambang-lambang bintang kejora tampak terlihat mencolok dalam aksi itu. Lambang itu tampak di ikat kepala dan spanduk sepanjang empat meter. Di spanduk itu terdapat gambar bendera Papua di bagian kanan dan kiri. Di tengahnya bertuliskan 'Referendum Yes'.Aksi dimulai pada pukul 10.15 dari asrama Papua, Jalan Kusuma Negara.Koordinator aksi, Long Yunus, dalam orasinya mengatakan, rakyat Papua tidak ingin hanya diberi janji-janji dengan otonomi khusus oleh pemerintah pusat. "Yang kita inginkan adalah kemerdekaan. Yakni dilakukan referendum terlebih dulu bagi rakyat Papua. Karena Pepera (penentuan pendapat rakyat) yang dilakukan pada tahun 1969 adalah tidak sah," ucap Yunus.Beberapa poster yang dibawa antara lain bertuliskan SBY-Kalla boneka Amerika, Tutup Freeport, Usut dan adili kasus pelanggaran HAM di Papua.Setelah berorasi di asrama, massa kemudian bergerak ke kantor pos besar di Jalan Senopati. Saat melintas di Jalan Kusuma Negara, tepatnya di depan Balai Besar Kerajinan dan Batik, massa dihadang oleh 100-an aparat dari Poltabes Yogyakarta. Mereka diminta untuk tidak melanjutkan aksi karena membawa lambang-lambang bintang kejora. Hingga berita ini diturunkan, masa aksi masih melakukan negosiasi dengan aparat. Aksi ini mengakibatkan Jalan Kusuma Negara macet.
(/nrl)











































