Kota Ambon Tenang, Arus Lalu Lintas Normal
Rabu, 04 Jul 2007 11:07 WIB
Ambon - Pasca demonstrasi yang berujung perusakan tiga mobil angkot Selasa (3/7/2007) kemarin, hari ini Rabu (4/7/2007), kota Ambon tampak tenang dan arus lalu lintas kembali normal. Para sopir angkot tetap beroperasi. Pantauan detikcom, sejumlah angkot yang sempat diubah rutenya oleh Polantas saat ini dikembalikan ke rute semula, melalui jalan Sultan Babbulah, AM. Sangadji dan Jl AY. Patty. Sebelumnya, tiga ruas jalan utama ini tidak dilalui angkot jurusan Kudamati, Benteng Atas, Amahusu, Kudamati dan Air Salobar. "Memang kemarin kami terpaksa lalui rute Jl dr Latumeten, karena kondisi yang tidak memungkinan. Sekarang sudah lewat jalan biasa," ujar Marthen Matitaputty (35), pengemudi jurusan Amahusu.Hal yang sama dituturkan Ramses Risakotta (43), pengemudi jurusan Air Salobar. "Tadi beta (saya) mau lewat, dengar isu ada mau demo lagi. Jadi pagi tadi beta belum keluar beroperasi. Beta baru keluar jam 09.00 WIT, setelah beta tanya Polisi ada demo? Polisi jawab hari ini tidak ada. Baru beta berani operasi," ujar Ramses.Di sisi lain, sejumlah toko di Jl. AY. Patty, saat demo berlangsung sempat ditutup, kini mulai buka lagi. "Kemarin tutup, karena takut ada demo lanjutan. Tadi mau buka musti tanya-tanya lagi, apakah ada demo atau tidak. Takut dilempar. Setelah tahu tidak ada demo. Toko kami buka lagi," ujar pemilik toko studi foto Dewi, Ali Neka. Sementara itu, dua sampai tiga personel polisi masih ditempatkan di tempat-tempat umum, seperti gereja Maranatha, gereja Silo. Sementara di seputaran Masjid Al-Fatah, enam sampai tujuh anggota Polisi disiagakan. "Kami siap-siap saja. Jangan sampai ada demo dadakan," ujar salah satu anggota Polisi.Isu akan dilakukan demo ribuan warga yang dikomandani Aliansi Merah Putih pada hari ini tak terbukti. Sejumlah titik yang biasanya dijadikan sebagai pusat demo di Ambon nampak lengang. Aktivitas warga jalan seperti biasanya.Hingga saat ini Polda Maluku kembali menambah satu tersangka, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara maraton. Dengan demikian, sampai saat ini sudah 39 pelaku penari maupun warga yang terlibat ditetapkan sebagai tersangka.Pihak Polda juga sedang menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan di desa Aboru. "Kami sedang menurunkan tim untuk melakukan investigasi di desa Aboru," ujar Plt Kabid Humas Polda Maluku AKBP Djoko Susilo kepada wartawan di Mapolda Maluku, Jl. Rijali Ambon.
(han/asy)











































