Kasus Penyusupan RMS
Pangdam: Saya yang Salah
Selasa, 03 Jul 2007 22:13 WIB
Ambon - Lolosnya 22 penari Republik Maluku Selatan (RMS) pada puncak peringatan Harganas XIV di Lapangan Merdeka Ambon, diakui Pangdam XVI Pattimura Mayjen Sudarmaidy Subandi sebuah kecolongan pengamanan. Pangdam mengaku salah. "Ini kecolongan. Jika ditanya siapa yang salah. Maka saya nyatakan saya yang salah," tegas Pangdam saat rapat paripurna khusus DPRD Maluku, di kantor DPRD Maluku, Jl Ina Tuny Ambon, Selasa (4/7/2007).Pihaknya, kata Pangdam, akan melakukan investigasi internal, baik pada jajaran institusi TNI, Polri maupun Panitia Harganas. "Saya, Kapolda dan Gubernur sudah bersepakat untuk melakukan investigasi internal, sehingga dapat membantu, siapa aktor intelektual di balik insiden itu," ungkapnya.Selain mengetahui aktor intelektual, kata Pangdam, juga akan diketahui titik-titik rawan mana sampai para penari RMS bisa masuk di tengah-tengah lapangan. Dikatakan dia, insiden yang terjadi di hadapan Presiden SBY merupakan bentuk keteledoran. "Kami teledor, karena ketidaktahuan kita soal penari itu," tukas Pangdam.Kendati menyalahkan diri sendiri, Pangdam tak mau menanggung risiko sendiri. Jenderal bintang dua ini juga menegaskan akan menindak komandan-komandan lapangan, seperti komandan satuan maupun sektor yang bertindak mengamankan lapangan saat puncak Harganas dilaksanakan. "Kami juga akan ambil tindakan terhadap komandan sektor maupun satuan. Dan akan dilaporkan ke Panglima maupun Presiden," kata Pangdam.Berbeda dengan Pangdam, Kapolda Maluku Brigjen Pol Guntur Gatot Setiawan menyatakan tindakan para penari RMS itu bukanlah sebuah insiden, melainkan tindak pidana makar. "Saya tegaskan, ini bukan insiden, tapi tindak pidana makar," tegas Kapolda di tempat yang sama.
(han/asy)











































