Kibuli Istri, Polantas Gadungan Lagi Semprat-Semprit Dibekuk

Kibuli Istri, Polantas Gadungan Lagi Semprat-Semprit Dibekuk

- detikNews
Selasa, 03 Jul 2007 16:24 WIB
Jakarta - Harnoto (23) memang nekat. Bermodalkan seragam polisi lalu lintas (polantas) seharga Rp 100 ribu, dia asyik semprat-semprit mengatur lalu lintas di perempatan. Dia pun dibekuk. Dan ternyata, istrinya tak tahu kalau suaminya hanya polantas gadungan.Aksi warga Jl Luar Batang RT 01 RW 1 Penjaringan, Jakarta Utara, di perempatan Bandengan sejak seminggu lalu itu demi mencari mangsa pengendara yang akan ditilang.Seragam polantas, lengkap dengan selempang putih, sepatu boot dan helm putih yang dikenakannya tampak pas dengan potongan tubuhnya yang cukup tegap. Ditambah sedikit kumis tipis dan rambut pendek, tidak ada yang menyangka Harnoto cuma polisi gadungan.Namun sial bagi Harnoto. Selasa (3/7/2007) aksinya harus berakhir. Seorang anggota Polsek Penjaringan yang melintas mencurigainya. Ketika ditanyai, Harnoto mengaku anggota polantas dari Polres Utara.Tapi ketika ditanya siapa atasannya, Harnoto dengan asal menjawab Pak Wawan. Padahal setahu polisi tersebut, Kasatlantas Polres Jakut adalah Kompol Heru.Tak hanya itu, kecurigaan anggota Polsek Penjaringan semakin bertambah. Tanda pangkat yang dikenakan Harnoto di pundak dan di dadanya tidak sama. Di pundaknya, Harnoto mengenakan lambang tiga garis putih bengkok yang berarti Brigadir Satu (Briptu). Namun di dadanya, lambang yang dikenakan Harnoto adalah logo untuk Brigadir Dua (Bripda).Untuk lebih meyakinkan, Harnoto diminta menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA). Sayangnya polisi gadungan itu tidak punya. Tanpa ampun dia digelandang ke Polsek Penjaringan untuk diperiksa."Saya beli seragam di Pasar Senen. Rp 100 ribu lengkap, dari seragam, selempang putih, dan sepatu boot," tutur Harnoto di Polsek Penjaringan."Saya menjadi polisi biar calon istri saya mau dikawini," imbuh Harnoto yang baru menikah 2 minggu lalu.Harnoto mengaku baru memakai seragam polisi sejak minggu lalu karena istrinya, Merry, curiga dan bertanya terus kenapa dirinya tidak pernah bekerja. "Polisi kok nggak pakai seragam, kan bukan reserse," kata Merry seperti dituturkan Harnoto.Lantas kenapa memilih seragam polantas? "Biar bisa menilang kendaraan. Uangnya kan bisa dibawa pulang," ujar Harnoto polos.Sementara Merry yang datang ke Polsek Penjaringan tampak syok melihat suaminya di balik jeruji besi. Sambil menagis tersedu-sedu, Merry mengaku tidak menyangka telah dibohongi."Saya nggak nyangka. Saya tahunya dia dulu polisi, ngakunya polisi. Saya mau saja dinikahi. Sekarang kok ternyata gadungan," isak Merry. (bal/sss)


Berita Terkait