Sarwono Penuhi Panggilan KPK
Selasa, 03 Jul 2007 14:11 WIB
Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Sarwono Kusumaatmadja memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia berjanji akan memberikan keterangan sejelas-jelasnya mengenai dana nonbujeter Derpartemen Kelautan dan Perikanan (DKP) setelah bertemu KPK. Sarwono yang mengenakan baju batik warna kuning dan celana hitam itu tiba di gedung KPK, Jl. Veteran, Jakarta Pusat pukul 13.50 WIB, Selasa (3/7/2007). Sarwono menumpang mobil Toyota Innova warna hitam. Begitu tiba, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta ini langsung dikerumuni pemburu berita. "Saya penasihat waktu itu dan dibayar," kata Sarwono singkat saat ditanya apakah dirinya menerima dana nonbujeter DKP. Ditanya lebih lanjut, Sarwono menolak menjelaskan lebih panjang. "Nanti saya akan bicara," ujar politisi yang gagal menjadi calon gubernur DKI Jakarta ini. Selanjutnya, Sarwono naik ke lantai dua gedung KPK bertemu penyidik. Sebelumnya, Sarwono juga pernah ditanya wartawan mengenai dana nonbujeter DKP yang pernah diterimanya. Saat itu, Sarwono mengaku, sebagai penasihat DKP, dirinya dibayar Rp 13 juta per bulan. Tapi, Sarwono tidak tahu bahwa uang gajinya itu berasal dari dana nonbujeter. Dia mengira dana itu dari APBN. Menurut pengacara mantan Menteri Kelautan dan Perikananan Rokhmin Dahuri, M Assegaf, Sarwono menerima dana nonbujeter DKP sebanyak Rp 211.400.000. Sementara mantan Kabag Umum DKP Sumali mengungkapkan Sarwono menikmati dana haram itu dalam kunjungan kerja ke AS.
(asy/nrl)











































