Perseteruan Memalukan, BIN & Panglima TNI Harus Dipanggil SBY
Selasa, 03 Jul 2007 11:25 WIB
Jakarta - Perseteruan terbuka antara BIN dengan Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto dinilai sebagai tindakan memalukan. Sebab keduanya adalah aparatur negara yang strategis menjaga kemananan. Presiden SBY diminta segera turun tangan menyelesaikan perseteruan itu."Wah memalukan itu. Presiden harus turun tangan memanggil mereka semua agar masalah ini cepat tuntas," kata anggota Komisi I DPR Abdilah Thoha di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2007).Menurut penasihat FPAN DPR ini, saling menyalahkan antara kedua institusi itu tidak produktif untuk menciptakan keamanan dalam negeri. Karena itu, keduanya harus segera dipertemukan agar tidak terus menerus melakukan polemik terbuka.Sementara anggota Komisi I dari FPG Yuddy Chrisnandi menilai saling lempar tanggung jawab antara pejabat negara menunjukkan tidak adanya koordinasi antara BIN dengan TNI. Karena itu SBY harus segera membenahi sistem kerja bawahannya tersebut."Saling lempar tanggung jawab antar pejabat negara semakin menunjukkan mereka tidak punya tanggung jawab," cetus Yuddy.Menurutnya, Panglima TNI dan Kapolri harus segera mencopot Paspampres, Pangdam Pattimura Mayjen TNI Sudarmaydi, dan Kapolda Maluku Brigjen Pol Gatot Guntur Setiawan tanpa harus menunggu perintah SBY."Ini masalah yang serius karena menyangkut keamananan RI 1. Panglima dan Kapolri harus segera mencopot pihak yang bertanggung jawab," imbuh Yuddy.Sedangkan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif meminta perseteruan ini diakhiri dengan menunjukkan data-data yang dimiliki, karena dengan begitulah masyarakat akan lebih dicerdaskan."Itu harus segera diselesaikan agar tidak semakin membingungkan rakyat," kata Zaenal.
(nvt/sss)











































