Kisah Akhir Nomad Setelah 20 Tahun Terkubur di Laut

Kisah Akhir Nomad Setelah 20 Tahun Terkubur di Laut

- detikNews
Selasa, 03 Jul 2007 08:20 WIB
Kisah Akhir Nomad Setelah 20 Tahun Terkubur di Laut
Jakarta - Pesawat Nomad N22S berlambung 817 akhirnya ditemukan. Pesawat yang jatuh pada Agustus 1987 lalu itu terkubur di Perairan Pulau Mapur, Kepulauan Riau (Kepri). Bangkai pesawat sudah diangkat ke darat. Namun, jenazah pilot Mayor (Laut) Suwelo Wibisono, yang semula disebut-sebut ada di dalam bangkai pesawat, ternyata tidak ditemukan. Penemuan pesawat Nomad setelah puluhan terkubur di dasar laut ini merupakan salah satu peristiwa langka. Hingga saat ini masih banyak pesawat terbang yang jatuh ke laut, namun bangkainya berikut para awak dan penumpangnya masih menjadi misteri. Salah satu kasus paling baru adalah jatuhnya pesawat Adam Air Januari 2007 lalu. Sama dengan pesawat-pesawat lain yang jatuh, proses pencarian terhadap pesawat dan awak pesawat Nomad ini sudah dilakukan tim pencari pada Agustus 1987 lalu. Selama berhari-hari pencarian dilakukan oleh Tim TNI AL dan Angkatan Laut Singapura, tapi ternyata bangkai pesawat itu tidak ditemukan juga. Yang paling shock saat itu, tentu istri Mayor (Laut) Suwelo Wibisono, Ny Sri Indah Budayati. Sang pilot merupakan satu-satunya korban dalam jatuhnya pesawat Nomad itu. Semua penumpang, termasuk juga copilot ditemukan selamat. Setelah tenggat waktu pencarian habis, akhirnya upaya pencarian terhadap pesawat Nomad dan jenazah Suwelo tidak dilakukan lagi. Pesawat yang jatuh saat mendekati kapal perang Singapura itu dianggap hilang. Begitu juga dengan nasib sang pilot. Ny Sri Indah Budayati harus pasrah terhadap keadaan ini. Dia pun mau tak mau menjadi single parent dalam membesarkan dua anaknya yang saat itu masih kecil-kecil. Ny Sri Indah Budayati termasuk istri yang setia. Dia membesarkan kedua anaknya dengan keringatnya sendiri. Dia tidak menikah lagi. Beberapa kali, Sri Indah dan anak-anaknya terbang dari Surabaya menuju Tanjung Pinang, Kepri, untuk melakukan tabur bunga di Perairan Mapur, tempat jatuhnya pesawat Nomad itu. 20 Tahun berlalu dari peristiwa tragis itu, pertengahan Juni 2007 lalu, beberapa nelayan membawa kabar baik. Mereka mengaku menemukan bangkai pesawat Nomad yang sudah terkubur di dasar laut 20 tahun lalu. Kabar ini pun dibawa nelayan ke TNI AL. Harapan yang membangkitkan semangat keluarga Suwelo. Sebab, para nelayan ini sekilas melihat ada kerangka manusia, yang diduga jenazah sang pilot. TNI AL langsung melakukan koordinasi. Tim Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) dikerahkan untuk melihat bangkai pesawat yang terletak sekitar 23 meter di bawah permukaan laut. Setelah memastikan ada bangkai pesawat itu, TNI AL melakukan evakuasi. Perlu waktu sekitar 9 hari untuk mengangkut bangkai pesawat yang sudah rapuh itu. Komandan Lantamal IV Tanjung Pinang Laksamana Pertama Among Margono memimpin dan memantau evakuasi pesawat itu. Ny Sri Indah Budayati dan kedua anaknya pun terbang ke Tanjung Pinang untuk menyaksikan proses evakuasi. Keluarga sangat berharap di dalam pesawat itu masih terdapat jenazah suaminya. Namun, ketika pesawat Nomad itu sudah berhasil ditarik ke darat, tim evakuasi tidak menemukan satu pun kerangka manusia di dalam pesawat. Tim hanya menemukan baju pilot yang masih terikat di bagian kursi. Tim juga menemukan jam tangan bermerek Omega di dalam bangkai pesawat. Ny Sri Indah memastikan bahwa jam tangan yang sudah berkarat itu memang milik suaminya. Pupus sudah harapan Ny Sri Indah dan TNI AL menemukan jenazah Mayor Suwelo. Ny Sri Indah meninggalkan Tanjung Pinang menuju Surabaya, Senin (2/7/2007) kemarin. Dia tidak berhasil membawa jenazah suaminya. Ny Sri Indah dan kedua anaknya hanya bisa membawa pulang jam tangan almarhum. Ny Sri Indah harus kembali pasrah dan mengikhlaskan kepergian suaminya, sebagaimana kepasrahan perempuan itu pada Agustus 1987 lalu. Foto Terkait: Nomad Setelah 20 Tahun Terkubur (asy/asy)


Berita Terkait