Jangan Legalkan Ganja Selama Sistem Pengawasan Lemah
Selasa, 03 Jul 2007 07:19 WIB
Jakarta - Jangan pernah melegalisasi ganja di Indonesia. Selama sistem pengawasan dan penegakan hukum masih lemah, melegalkan ganja itu bahaya."Saya tidak setuju. Undang-undang atau peraturan di Indonesia itu selalu saja bisa dilanggar," kata Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Tini Hadad, ketika berbincang pada detikcom, Selasa (3/7/2007).Banyaknya pelanggaran UU atau peraturan di Indonesia itu tercermin pada banyaknya penyalahgunaan zat-zat berbahaya dan zat tambahan makanan. Berbagai pelanggaran tersebut terkait dengan lemahnya sistem pengawasan di Indonesia.Dibandingkan dengan Belanda yang terlebih dahulu melegalkan ganja, sistem pengawasan dan penegakan hukum di Indonesia jauh lebih lemah."Di Belanda memang dilegalkan, tapi untuk dapatnya itu syaratnya ketat. Di beberapa negara Eropa minuman keras dilegalkan dengan syarat tertentu, hanya untuk orang dewasa. Di sini anak dibawah umur juga bisa dapat minuman keras," tukas Tini.Kekhawatiran Tini juga didasari karena efek buruk ganja dalam jangka panjang yang bisa menimbulkan kerusakan otak dan saraf. Tini juga tidak yakin bila legalisasi ganja itu dilakukan, akan digunakan sesuai tujuannya."Okelah di Aceh itu untuk bumbu, tapi efek jangka panjangnya itu. Selama Indonesia belum punya sistem pengawasan yang baik, saya tidak setuju. Tidak tahu kalau 2050 nanti," pungkasnya.
(nwk/ary)











































