Terlibat RMS, Ferdinand Waas Dicopot dari Kepala Desa

Terlibat RMS, Ferdinand Waas Dicopot dari Kepala Desa

- detikNews
Senin, 02 Jul 2007 21:01 WIB
Ambon - Karir Kepala Desa Hutumuri, Ambon Ferdinand Waas mentok. Gara-gara diyakini terlibat gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS), Ferdinand Waas dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini disampaikan Walikota Ambon Marcus Jopi Papilaja kepada wartawan di kantor pemerintah kota, Jl Sultan Hairun Ambon, Senin (2/6/2007).Walikota mengaku pencopotan itu terkait keterlibatan Waas dalam aksi tarian RMS dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang dihadiri Presiden SBY Jumat lalu. "Karena yang bersangkutan terkait insiden itu, maka saya copot jabatannya. Sementara jabatannya kami serahkan sementara kepada camat," ujar Papilaja. Sementara itu, sang kades, saat ini tengah menikmati hari-harinya di balik terali besi Densus 88 Polda Maluku, Tantui, Jl Sultan Hasanudin Ambon. Sejak Minggu (1/7/2007) kemarin, Ferdinand Waas diperiksa intensif Densus 88. Untuk diketahui, sebelum menggelar tarian perang ala RMS di hadapan Presiden SBY, puluhan pendukung RMS yang sudahdiciduk aparat keamanan, melakukan rapat gelap di desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur, Ambon. Rapat ini adalahrapat kedua, setelah rapat pertama yang dilaksanakan di desa Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Puncaknya, pendukung RMS ini kemudian memantapkan aksi tariannya di rumah salah sorang warga desa Aboru Likes Saiya, di Batu Gantung Dalam, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Kamis malam atau sehari sebelum peringatan Harganas, 29 Juni 2007. Hingga kini, pelaku aksi tarian RMS bertambah enam orang. Keseluruhan pelaku yang kini mendekam di tahanan Densus 88 Polda Maluku berjumlah 38 orang. (han/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads