DPRD Maluku Keluarkan Enam Butir Pernyataan Sikap
Senin, 02 Jul 2007 20:38 WIB
Ambon - Tarian Cakalele yang diiringi pengibaran bendera RMS pada puncak peringatan Harganas di Ambon, telah menampar Presiden SBY. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku pun akhirnya mau angkat bicara. "Kami mengutuk keras pristiwa itu dan mendesak Pemda dan panitia Harganas untuk meminta maaf kepada Presiden SBY dan pemerintah pusat, para tamu asing dari negara-negara sahabat, serta seluruh rakyat Indonesia," ujar ketua DPRD Maluku, Richard Louhenapessy.Hal tersebut disampaikan Richard bersama dengan 45 wakil rakyat lainnya di kantor DPRD Maluku, Jl Ina Tuny, Karang Panjang Ambon, Senin (2/7/2007). Pernyataan sikap ini, ditandatangani juga enam ketua fraksi dan pimpinan DPRD Maluku.Bagi rakyat Maluku, kata Richard, NKRI adalah final. DPRD mendesak untuk dipercepat proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut maupun oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang terkait langsung atau tidak langsung. "Aparat keamanan dan penitia penyelenggara lalau dalam tugasnya. Mereka harus uga diproses hukum," ujarnya.Selain itu, DPRD Maluku juga mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas dan langkah kongkrit dan transparan untuk menumpas habis gerakan separatis RMS di bumi Maluku sampai ke akar-akarnya. "Kami minta ada tindakan tegas untuk mnumpas habis RMS," ujar Richard.Untuk menjaga kesatuan dan persatuan diantara sesama anak bangsa, DPRD Maluku juga meminta semua elit politik, pemerintah, tokoh masyarakat, agama untuk jauhkan sika saling menyalakan. "Kami minta tidak ada yang saling menyalakan atas kasus ini," ujar Richard.Wakil rakyat ini juga mengimbau seluruh masyarakat Maluku untuk lebih bersikap tenang dan tidak terpancing isu provokatif. Dalam waktu dekat, DPRD Maluku, juga akan memanggil Gubernur, Kapolda, Pangdam dan panitia guna memberi penjelasan terkait tarian RMS tersebut.
(ary/ary)











































