Gubernur Maluku Marah, Apel Polisi Bubar, Ambon Dijaga Ketat
Senin, 02 Jul 2007 20:17 WIB
Ambon - Gubernur Maluku Alberth Karel Ralahalu terlihat marah. Saking amarahnya, gubernur pun membubarkan apel polisi. "Hei..bubar dan segera ke Al-Fatah," teriak gubernur penuh amarah.Amarah gubernur meledak setelah mendapat informasi adanya kekacauan di depan Masjid Raya Al-Fatah Ambon. Wajahnya merah padam saat keluar dari kantor Gubernur Maluku. Wartawan pun tak berani mendekat untuk mewawancarainya.Gubernur yang sudah dikuasai amarah, serta merta berjalan kaki keluar dari halaman kantornya menuju Jl AY. Patty, tanpa diikuti Muspida lainnya. Melihat gubernur berjalan kaki, seketika itu juga sejumlah Muspida bergerak mengikutinya. Gubernur hendak mengetahui jelas, apa sebenarnya yang terjadi di depan masjid Al-Fatah Ambon, Jl Sultan Babbullah.Sebelumnya, ribuan demonstran yang menamakan diri Gerakan Pemuda Islam (GPI) berdemo di Lapangan Merdeka, Jl Pattimura Ambon, lokasi yang sebelumnya menjadi penyusupan pendukung Republik Maluku Selatan (RMS) dalam acara peringatan Harganas Jumat (29/6/2007) lalu. Massa juga berdemo di halaman kantor Gubernur Maluku, Senin (2/7/2007). Mereka menuntut Albert Karel Ralahalu mundur dari gubernur. Tuntutan serupa juga ditujukan kepada Kapolda Maluku Brigjen Guntur Gatot Setiawan dan Pangdam XVI Pattimura Mayjen Sudarmaidy Subandi.Usai berdemo, massa yang juga sudah memuncak amarahnya karena ulah tarian RMS di hadapan Presiden SBY, kemudian kembali ke depan masjid Al-Fatah Ambon. Pendemo yang sudah kalap langsung menghajar dua buah angkutan kota jurusan Kudamati dan Benteng Atas. Kedua pengemudi angkot ini pun babak belur dihajar. Untungnya, angkot yang dikemudikannya masih bisa digunakan. Kedua pengemudi ini langsung melapor ke Polsekta Sirimau Ambon.Kondisi ini nyaris berbuah bentrokan. Kesigapan ratusan aparat kepolisian maupun intelijen di seputaran Masjid Raya Al-Fatah Ambon cepat mengantisipasi. Melihat massa yang sudah memuncak amarahnya, gubernur tidak berani mengambil risiko. Semua demonstran berasal dari kalangan muslim. Mengantisipasi hal ini, gubernur meminta Wakil Gubernur Maluku Muhammad Abdullah Latuconsina yang juga muslim untuk turun tangan. Massa pun berhasil ditenangkan Latuconsina. Sementara gubernur sendiri, langsung putar haluan kembali ke kantor Gubernur Maluku.Hingga pukul 22.00 WIT, ratusan aparat kepolisian masih terus berjaga-jaga di sejumlah jalan utama di Ambon. Antara lain di Jl. AY-Patty, Jl Sultan Babbullah, Jl AM. Sangadji dan Jl Sultan Hairun.
(han/asy)











































