IPFII Dibentuk
Senin, 02 Jul 2007 13:38 WIB
Jakarta - Untuk menciptakan kesetaraan dalam industri film iklan televisi, sekaligus memacu dan mendukung terjadinya kompetisi yang sehat di antara griya-griya produk (production house- PH) yang ada di Indonesia, sebanyak 22 griya produksi, medio Mei lalu membentuk sebuah wadah yang dinamakan Ikatan Perusahaan Film Iklan Indonesia (IPFII). Rencananya, awal Agustus mendatang IPFII akan menggelar konggres yang pertama. Dalam siaran persnya yang diterima detikcom Senin (2/7/2007) Rina Sjafrina, salah satu anggota presidium dan Ketua Tim Perumus AD/ART IPFII mengungkapkan, pembentukan wadah tersebut telah digagas dalam waktu yang cukup lama, bahkan embrionya sejatinya telah dimulai tahun 1996 lalu. Namun demikian, karena berbagai kendala, realisasi gagasan itu secara konkret baru terwujud Mei lalu. "Tahun 1996, beberapa griya produksi sebenarnya telah mencoba membentuk sebuah aliansi, karena didorong oleh adanya program supplier pilihan dari Unilever. Namun aliansi ini tak membuahkan hasil apapun. Upaya untuk melanjutkan program tersebut digalang kembali tahun 1997, tetapi terbentur krisisi moneter, mengakibatkan penurunan dalam industri iklan televisi hingga berhenti lagi," kata Rina. Rina menyebut, pembentukan wadah bagi industri film iklan teve dirasa penting lantaran perkembangan industri tersebut cukup pesat. Sementara sisi lain, berbeda dengan industri film nasional atau produksi sinetron yang diatur lewat peraturan pemerintah, produksi iklan teve beroperasi dengan aturan main yang berbeda. Sejauh ini, katanya, biro iklan dan pengiklan setiap kali harus mengadakan penyesuaian dengan aturan main yang berbeda-beda dari satu griya produksi ke griya produksi lainnya. Karena itulah, Rina menegaskan, salah satu tujuan dari pembentukan IPFII selain untuk menghindari persaingan yang tak sehat, juga terjadi kesetaraan aturan main dalam produksi iklan televisi.
(mar/mar)











































