Istri Pilot Nomad Ikhlas Jenazah Suami Tidak Diketemukan

Istri Pilot Nomad Ikhlas Jenazah Suami Tidak Diketemukan

- detikNews
Senin, 02 Jul 2007 17:19 WIB
Pekanbaru - Istri almarhum pilot Nomad meninggalkan Tanjung Pinang untuk kembali ke Surabaya. Dia ikhlas walau tim evakuasi tidak menemukan jenazah suaminya, Mayor (Laut) Suwelo Wibisono. Lebih kurang selama 9 hari, istri almarhum pilot Nomad, Ny Sri Indah Budiyati berada di Tanjung Pinang. Dia berangkat dari Surabaya untuk turut menyaksikan langsung jalannya evakuasi pesawat yang dipiloti suaminya itu. Selama di Tanjung Pinang, wanita dua orang anak itu tidak henti-hentinya berharap pada yang Maha Kuasa, agar tim evakuasi berhasil mengevakuasi bangkai pesawat Nomad yang sudah terkubur 20 tahun di perairan Pulau Mapur, Provinsi Kepri. Jauh di dalam hatinya, dia berharap agar jenazah suaminya dapat diketemukan di dalam kerangka Nomad. Tapi rupanya, fakta berbicara lain. Di dalam bangkai pesawat Nomad, setelah dilakukan pembersihann secara teliti, tidak juga ditemukan kerangka sang pilot. Harapan untuk dapat menemukan kerangka sang suaminya pun pupus sudah. Wanita ini akhirnya, Senin (2/7/2007) sekitar pukul 14. 00 WIB, tadi, kembali ke Surabaya dengan pesawat. "Walau jenazah suami saya tidak diketemukan, saya sudah ikhlas. Saya berterima kasih kepada semua tim yang sudah berupaya melakukan evakuasi," kata Ny Sri Indah Budiyati seperti yang tuturkan, Komandan Pangkalan Utama TNI AL, Wilayah IV Tanjung Pinang, Laksamana Pertama, Among Margono dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (2/7/2007). Menurut Among, selama tim melakukan evakuasi, istri almarhum ini tampak antusias untuk terus mengikuti perkembangan dalam upaya mengangkat bangkai pesawat dari dasar laut. Selama proses evakuasi, Ny Sri bersama anaknya, Muh Ichyia (27) juga pernah menabur bunga di perairan Pulau Mapur. Ketika Nomad ditarik ke darat, tim evakuasi melakukan pembersihan selama dua hari di dalam kerangka pesawat, kata Among, tidak juga diketemukan jenazah almarhum Suwelo. Mengetahui hal itu, wajah Sri sempat terlihat lesu. "Ya siapa pun berharap di jenazah almarhum dapat diketemukan di dalam kerangka pesawat Nomad. Tapi rupanya, harapan tidak tidak terwujud, Kita sudah maksimal dalam melakukan evakuasi ini. Tapi, Ny Sri tetap tegar menerima kenyataan ini. Dia sudah iklas," tutur Among. (cha/djo)


Berita Terkait