Uji Balistik Senjata Pasuruan Tertutup dan Tanpa Uji Ricochet
Senin, 02 Jul 2007 12:47 WIB
Surabaya -
Uji balistik yang dilakukan terhadap 12 senjata yang digunakan 13 Marinir dalam insiden berdarah Pasuruan berlangsung tertutup. Dalam uji balistik tidak dilakukan uji tembakan ricochet atau pantulan."Karena ini sangat membahayakan, kami minta kepada teman-teman wartawan untuk tidak mengambil gambar dan berikan kesempatan kepada staf saya untuk melakukan uji balistik ini," kata Kalabfor Kombespol Bambang Wahyu Suprapto di sela-sela uji balistik kepada wartawan di Gedung Labfor Polri Cabang Surabaya Polda Jawa Timur Jalan Achmad Yani, Surabaya, Senin (2/7/2007).Bambang menambahkan, uji balistik ini rencananya ditembakkan lima peluru untuk tiap senjata. Namun hari ini hanya dilakukan tiga kali tembakan.Tujuannya, untuk mendapatkan anak peluru yang akan dibandingkan dengan temuan di TKP atau tubuh korban.Selain itu, kata dia, tujuan lain, untuk mendapatkan garis-garis keras dan garis-garis halus yang tercetak di badan anak peluru, yang diakibatkan berputarnya anak peluru dalam laras."Dari sini kita dapat mengetahui dari senjata mana dan ditembakkan oleh siapa, akan kita lihat," katanya.Ditambahkan oleh Bambang, pihaknya akan melakukan uji balistik dengan dua media, jika diperlukan yakni, media shotting box yang berasal dari kapas dan media air.Saat ditanya tentang uji balistik tentang tujuan akhir akan dilakukan uji ricochet atau tembakan pantul, Bambang mengaku tidak akan melakukannya. "Saya hanya diminta untuk memeriksa selongsongan peluru atau anak peluru, yang bertujuan untuk mencocokkan dari sejata mana peluru itu berasal dan mengenai siapa" ujarnya.Sejak pukul 09.00 WIB hingga siang ini, uji balistik masih berlangsung, dibantu dengan 5 personel dari pihak Pomal.
(fat/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































